Saat disantap di siang hari, minuman ini mampu memberikan kesegaran yang begitu nikmat.
Tidak sedikit orang yang menyebut es goyobod sebagai salah satu comfort drink khas Indonesia.
BACA JUGA:Gurihnya Nasi Kebuli Kini Jadi Primadona Warga Palembang
Rasanya sederhana namun mampu menghadirkan kenangan masa kecil, terutama bagi mereka yang tumbuh di daerah Jawa Barat.
Keunikan lain dari es goyobod adalah fleksibilitasnya. Minuman ini bisa dikreasikan dengan berbagai topping tambahan tanpa menghilangkan cita rasa aslinya.
Karena itu, banyak pelaku usaha kuliner yang mulai memodifikasi es goyobod agar lebih menarik bagi generasi muda.
Cara Membuat Es Goyobod di Rumah
BACA JUGA:Terpendam Sejarah Kelam! Goa Jepang Palembang Kini Terlupakan, Ada Apa di Baliknya?
Es goyobod sebenarnya cukup mudah dibuat sendiri di rumah. Bahan-bahannya sederhana dan proses pembuatannya pun tidak terlalu rumit.
Bahan-Bahan:
- 100 gram tepung hunkwe
- 50 gram tepung tapioka
- 500 ml santan
BACA JUGA:Meledak! Kebab Durian Becek Viral Ramaikan Kuliner Palembang
- 700 ml air
- 1/2 sendok teh garam
- 200 gram gula merah
- 2 lembar daun pandan
- Es batu secukupnya
- Alpukat atau tape sebagai pelengkap
BACA JUGA:Bukan Sekadar Rempah! Khasiat Jahe dan Kayu Manis yang Jarang Diketahui!
Cara Membuat:
- Campurkan tepung hunkwe, tepung tapioka, santan, dan air lalu aduk rata.
- Masak dengan api kecil sambil terus diaduk hingga mengental.
- Tuang adonan ke loyang dan biarkan dingin sampai mengeras.
BACA JUGA:Meleleh di Lidah, Mie Celor Palembang Paling Gurih
- Rebus gula merah bersama daun pandan dan sedikit air hingga larut, lalu saring.
- Potong-potong adonan goyobod sesuai selera.
- Siapkan gelas, masukkan goyobod, es batu, santan, dan sirup gula merah.
- Tambahkan topping sesuai selera lalu sajikan dingin.
BACA JUGA:Resep Pempek Panggang Teflon Viral, Praktis Dan Anti Gagal
Dengan resep sederhana tersebut, siapa pun bisa menikmati kesegaran es goyobod tanpa harus keluar rumah.
Es Goyobod dan Budaya Kuliner Sunda
Es goyobod bukan sekadar minuman biasa, melainkan bagian dari identitas budaya kuliner Sunda. Kehadirannya sering ditemukan di pasar tradisional, acara keluarga, hingga festival kuliner daerah.