PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Dekati musim kemarau, Pemerintah kota Palembang lakukan langkah persiapan antisipasi dan penanggulangan potensi Karhutla (Kebakaran hutan dan lahan).
Ditemui usai rapat di rumah dinas Wali Kota pada Selasa (21/4/2026), Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, Pemerintah kota Palembang mengambil langkah antisipasi dini terhadap potensi Karhutla.
Untuk itu, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait diminta untuk melakukan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan juga sampah, lantaran jika terjadi Karhutla akan dikenakan sanksi pidana.
"Ini harus diantisipasi sejak dini. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah sudah saya bagi tugas untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Jangan sampai ada pembakaran lahan dan sampah, karena akan berujung pada tindak pidana." katanya.
BACA JUGA:Triwulan I 2026, KAI Divre III Palembang Angkut 380 Wisman, Tumbuh Positif 3 Persen
BACA JUGA:Polres Musi Rawas Bongkar Penipuan Umrah, Pemilik Travel Ditangkap di Cilegon
Sosialisasi larangan pembakaran lahan ke masyarakat--Foto : Sandy Pratama - PALTV
Terlebih, menurut Wali kota Palembang, kemarau di tahun 2026 ini akan berlangsung lebih lama sesuai data dari BMKG.
"Kedepannya kita akan menghadapi musim kemarau yang berdasarkan data dari BMKG relatif lebih lama." lanjutnya.
Sebagai langkah penaggulangan dan antisipasi Karhutla, Wali Kota Palembang Ratu Dewa akan membentuk tim terpadu di seluruh Kecamatan yang juga melibatkan TNI/Polri, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan lainnya.
"Kita bentuk tim ya. Tim terpadu di seluruh Kecamatan, mulai dari TNI/Polri, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat." ujarnya.
BACA JUGA:Pemkab OKU Selatan Salurkan Hand Traktor, Perkuat Produktivitas dan Kesejahteraan Petani
BACA JUGA:Disdag Palembang Tegaskan Stok Minyakita Aman
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, Pemerintah kota Palembang mengambil langkah antisipasi dini terhadap potensi Karhutla.--Foto : Sandy Pratama - PALTV
Wali kota Palembang menegaskan, jika di Palembang sendiri terdapat 10 kecamatan yang menjadi fokus penanganan karhutla tanpa mengesampingkan kecamatan lainnya, di antaranya yakni Jakabaring, Kertapati, Alang-alang Lebar, Sukarami, Gandus dan lainnya.