Bukit Asam PT. BA

Aktifnya El Nino di Samudra Pasifik Bikin Cuaca Sumsel Lebih Kering dan Panas

Aktifnya El Nino di Samudra Pasifik Bikin Cuaca Sumsel Lebih Kering dan Panas

Aktifnya El Nino di Samudra Pasifik Bikin Cuaca Sumsel Lebih Kering dan Panas--Foto : AI_ChatGPT_Image - Muhadi

PALEMBANG, PALTV.CO.ID – Cuaca panas dan minim hujan masih mendominasi wilayah Sumatera Selatan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung dalam sepekan ke depan seiring menguatnya musim kemarau yang dipengaruhi aktifnya monsoon Australia serta fenomena El Nino di Samudra Pasifik. Selasa (02/06/26). 

Kepala Unit Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Sinta Andayani, mengatakan berdasarkan pantauan BMKG, kondisi cuaca di Sumatera Selatan dalam sepekan ke depan didominasi cuaca cerah hingga berawan dengan peluang hujan yang sangat rendah.

“Untuk seminggu ke depan memang cuaca cerah hingga berawan dengan potensi hujan sangat rendah. Hal ini disebabkan oleh aktifnya monsoon Australia yang berdampak pada kemarau dan kekeringan di Sumsel. Kemudian juga dari dinamika atmosfer, gelombang-gelombang ekuatorial juga dalam kondisi yang tidak aktif,” ujar Sinta. 

Menurutnya, kondisi atmosfer tersebut menyebabkan proses pertumbuhan awan hujan semakin berkurang sehingga suhu udara pada siang hari terasa lebih panas dibanding biasanya.


BMKG : seminggu ke depan memang cuaca cerah hingga berawan dengan potensi hujan sangat rendah. --Foto : AI_ChatGpt_Image - Muhadi

BACA JUGA:DPRD Palembang Akan Periksa SLF Pasca Kebakaran di Palembang Indah Mall

BACA JUGA:Jaga Stabilitas Harga Pasar di Tengah Ekonomi Lemah, Pemkab Muara Enim Intensifkan Pengawasan

“Hal ini menyebabkan proses pertumbuhan awan hujan semakin minim, tutupan awan semakin minim, sehingga suhu udara di siang hari meningkat dan masyarakat merasakan cukup panas di siang hari ini. Dari pantauan kami suhu udara berkisar antara 33 hingga 34 derajat Celcius di siang hari. Dari sejarah, memang kondisi ini sangat kurang nyaman bagi masyarakat,” katanya.

Sinta menjelaskan, suhu maksimum yang terjadi saat ini masih berada dalam kategori normal berdasarkan data observasi BMKG. Namun, berkurangnya curah hujan dan tutupan awan membuat panas matahari lebih terasa.

“Catatan kami untuk suhu udara maksimum di siang hari mencapai 33 hingga 34 derajat Celcius. Sebenarnya ini masih dalam kategori normal suhu udara maksimum yang pernah terjadi di Kota Palembang tempat observasi kami. Namun dengan kondisi di musim kemarau di mana curah hujan semakin menurun, pertumbuhan awan juga menurun, dan tutupan awan menurun dengan sinar matahari yang memang mencapai maksimal ke permukaan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sinta menyebut musim kemarau tahun ini juga diperkuat oleh fenomena El Nino yang saat ini berada pada fase lemah menuju sedang. Kondisi tersebut membuat musim kemarau menjadi lebih kering dan berpotensi berlangsung lebih lama.


Kepala Unit Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Sinta Andayani, --Foto : M. Aidil - PALTV

BACA JUGA:Lansia Hilang di Musi Rawas, Tim SAR Gabungan Perluas Area Pencarian

BACA JUGA:Volume Sampah di TPA Sukawinatan Palembang Meningkat hingga 15 Persen, Didominasi Sisa Pemotongan Hewan kurban

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: paltv.co.id