Motor yang Kurang Cocok untuk Musim Hujan

Sabtu 14-03-2026,14:50 WIB
Reporter : Rian Sitorus
Editor : Muhadi Syukur

Hal ini berbeda dengan motor yang memiliki roda lebih besar, yang cenderung lebih stabil saat melintasi kondisi jalan yang buruk.

Motor dengan ground clearance rendah juga termasuk kategori yang kurang cocok digunakan saat musim hujan. Ground clearance adalah jarak antara bagian bawah motor dengan permukaan jalan.

BACA JUGA:Truk Tronton Diduga Ngebut Tabrak Sejumlah Kendaraan di Jalan Demang Lebar Daun Palembang

BACA JUGA:Kejari Banyuasin Tetapkan Kades Aktif Desa Sebokor sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Dana Desa


karakter motor yang lebih fokus pada performa membuatnya tidak selalu ideal untuk kondisi hujan deras, terutama bagi pengendara yang belum berpengalaman.--Foto : Gemini AI - Rian Sitorus

Motor yang terlalu rendah berisiko mengalami masalah ketika melewati genangan air yang cukup tinggi. Air dapat dengan mudah masuk ke bagian mesin atau knalpot jika genangan terlalu dalam.

Beberapa skuter premium yang memiliki desain rendah memang menawarkan kenyamanan berkendara di jalan mulus. Namun dalam kondisi hujan deras yang sering menyebabkan banjir lokal di perkotaan, desain ini menjadi kelemahan tersendiri. Pengendara harus ekstra hati-hati agar motor tidak mati mendadak akibat air yang masuk ke sistem mesin.

Selain faktor desain motor, sistem pengereman juga menjadi hal penting saat musim hujan. Motor dengan sistem rem yang kurang responsif akan lebih berisiko di jalan basah. Misalnya, beberapa motor lama yang masih menggunakan rem tromol pada kedua roda bisa membutuhkan jarak pengereman lebih panjang dibanding motor modern yang sudah menggunakan rem cakram atau sistem ABS.

Sebagai contoh, motor sport modern seperti Yamaha R15 atau Kawasaki Ninja 250 sebenarnya sudah dilengkapi teknologi pengereman yang lebih baik. Namun tetap saja, karakter motor yang lebih fokus pada performa membuatnya tidak selalu ideal untuk kondisi hujan deras, terutama bagi pengendara yang belum berpengalaman.

BACA JUGA:Polres Ogan Ilir Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat 2026, Jamin Keamanan Pemudik

BACA JUGA:Khutbah Ramadan di Polda Sumsel, Ustadz Abdul Somad Soroti Amanah Kekuasaan

Meski demikian, bukan berarti motor-motor tersebut tidak boleh digunakan saat musim hujan. Pengendara hanya perlu menyesuaikan gaya berkendara dan meningkatkan kewaspadaan.

Mengurangi kecepatan, menjaga jarak dengan kendaraan lain, serta memastikan kondisi ban dan rem dalam keadaan baik merupakan langkah penting untuk menjaga keselamatan.

Penggunaan perlengkapan tambahan seperti jas hujan, sarung tangan anti air, serta visor helm yang bersih juga dapat membantu meningkatkan kenyamanan dan visibilitas saat berkendara di tengah hujan. Selain itu, perawatan rutin pada motor juga sangat penting agar performa kendaraan tetap optimal meskipun sering digunakan di kondisi basah.

Pada akhirnya, keselamatan berkendara saat musim hujan tidak hanya ditentukan oleh jenis motor yang digunakan, tetapi juga oleh kesiapan pengendara. Memahami karakter motor dan kondisi jalan akan membantu pengendara mengambil keputusan yang lebih bijak ketika menghadapi cuaca yang tidak bersahabat. Dengan kombinasi kendaraan yang tepat dan sikap berkendara yang hati-hati, risiko kecelakaan di musim hujan dapat diminimalkan.

Kategori :