Deretan Motor yang Kurang Diminati di Pasaran Indonesia dari Honda hingga Kawasaki

Sabtu 07-03-2026,11:33 WIB
Reporter : Dodi
Editor : Hanida Syafrina

Supra Double X dan Supra V

BACA JUGA:TMMD ke-127 Kodim 0432/Bangka Selatan Bangun Jalan hingga Sumur Bor di Desa Penutuk

BACA JUGA:Residivis Perampas Sepeda Motor Remaja di Palembang Diciduk Polisi, Ngaku Beraksi di 8 TKP

Nama Honda Supra sebenarnya sudah sangat populer di Indonesia sejak diperkenalkan pada 1997. Namun tidak semua varian Supra sukses di pasar.

Salah satunya adalah Supra Double X yang diluncurkan pada 2002. Motor bebek ini memiliki keunikan berupa kopling manual seperti motor sport.

Bagi sebagian konsumen, konsep tersebut dianggap tidak lazim untuk motor bebek.

Varian lain yang mengalami nasib serupa adalah Supra V. Motor ini juga menggunakan sistem kopling manual, namun masih mengandalkan rem tromol pada roda depan dan belakang.


produsen motor terbesar di dunia dengan kapasitas produksi lebih dari 14 juta unit setiap tahun.--youtube@autodp

Penjualan kedua model tersebut tidak memenuhi target sehingga akhirnya dihentikan setelah hanya bertahan sekitar dua tahun di pasaran.

Honda Blade 110

Model berikutnya adalah Honda Blade 110 yang dirilis pada 2008. Motor ini sebenarnya memiliki desain sporty yang cukup segar pada masanya.

BACA JUGA:Samapta Polres Ogan Ilir Sisir Rumah Tak Layak Huni dan Bagikan Sembako

BACA JUGA:Penipuan Digital Kian Marak Jelang Idulfitri, Warga Diminta Waspada

Namun pasar Indonesia saat itu masih belum sepenuhnya menerima tampilan yang berbeda dari motor bebek pada umumnya. Selain itu, kehadiran rival kuat seperti Yamaha Jupiter Z115 membuat persaingan semakin ketat.

Meskipun sempat mendapatkan pembaruan desain, popularitas Honda Blade 110 tetap kalah dibanding kompetitornya.

Tidak hanya Honda, pabrikan lain seperti Yamaha juga pernah mengalami kegagalan produk di pasar Indonesia.

Kategori :