Bitcoin Rebound ke Level US$65.408, Sinyal Pemulihan atau Sekadar Relief Rally?

Rabu 25-02-2026,14:32 WIB
Reporter : m fikri adriansyah
Editor : Hanida Syafrina

BACA JUGA:Stok Beras Menumpuk, Komisi IV DPR RI Minta Bulog Segera Distribusikan

BACA JUGA:Nokia Pernah Bikin iPhone Terasa Jadi Bocil Kemarin Sore

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Valuation/FDV) tercatat sekitar US$1,373 triliun, mencerminkan valuasi maksimal apabila seluruh 21 juta BTC telah beredar.

Sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin tetap menjadi barometer utama pergerakan industri kripto global.

Arah pergerakan BTC kerap menentukan sentimen terhadap altcoin dan proyek berbasis blockchain lainnya.

Level Teknikal Penting

Secara teknikal, terdapat beberapa level krusial yang menjadi perhatian pelaku pasar. Area US$62.500 dipandang sebagai support kuat, sementara US$60.000 menjadi support psikologis berikutnya.

Di sisi atas, resistance terdekat berada di kisaran US$66.500, disusul level US$70.000.

BACA JUGA:Pertengahan Ramadhan, Holiday Angkasa Wisata Berangkatkan Jemaah Umrah Paket 13 Hari ke Tanah Suci

BACA JUGA:Nokia Pernah Bikin iPhone Terasa Jadi Bocil Kemarin Sore

Volume perdagangan yang mendekati US$42 miliar menunjukkan partisipasi pasar yang aktif. Jika volume tetap tinggi seiring kenaikan harga, maka validitas tren naik jangka pendek akan semakin kuat.

Namun, jika volume melemah saat harga menguji resistance, potensi penolakan atau rejection akan meningkat.

Outlook Jangka Pendek

Dalam jangka pendek, Bitcoin menunjukkan tanda-tanda pemulihan teknikal setelah mengalami tekanan signifikan selama beberapa bulan terakhir

 Meski demikian, dengan penurunan tujuh hari terakhir yang masih berada di kisaran minus 3,21 persen, volatilitas tetap menjadi risiko utama.

Faktor eksternal seperti sentimen pasar global, arus dana institusional, kebijakan suku bunga bank sentral, serta data inflasi global masih menjadi katalis utama arah pergerakan berikutnya.

Kategori :