Tangki bahan bakar berbahan plastik memiliki kapasitas 8,7 liter, dipadukan jok panjang dan cukup tebal untuk kenyamanan harian. Di sisi kiri bodi, akses menuju boks filter udara dibuat praktis dengan cover yang mudah dilepas—memudahkan pembersihan, terutama saat motor digunakan di medan berat. Motor ini juga dilengkapi tabung kanister untuk mengelola emisi gas buang sebelum dialirkan kembali ke sistem pembakaran.
Harga dan fitur Suzuki DR-Z 4S di IMS 2026-- FOTO :YOUTUBE@OTOMOTIF TV
Urusan dapur pacu menjadi daya tarik utama. DR-Z 4S dibekali mesin 398 cc satu silinder DOHC dengan karakter overbore (diameter piston 90 mm dan stroke 62 mm).
Konfigurasi ini menghasilkan respons tenaga yang kuat di putaran bawah hingga menengah—ciri khas motor trail. Menariknya, mesin menggunakan dua busi untuk pembakaran lebih optimal. Throttle body berdiameter 42 mm serta sensor O2 pada knalpot turut menunjang efisiensi dan standar emisi.
Transmisi yang digunakan masih lima percepatan. Footstep model bergerigi memungkinkan penggunaan fleksibel—karet pelapis bisa dilepas saat off-road untuk meningkatkan grip.
Panel instrumen sudah full digital, sementara setang model fatbar mempertegas karakter off-road. Suspensi depan dan belakang dilengkapi pengaturan rebound, compression, dan preload, memberikan keleluasaan penyesuaian sesuai kebutuhan pengendara.
Detail pengerjaan menjadi nilai lebih. Las rangka terlihat rapi, kabel-kabel tertata dan dilindungi cover, serta finishing cat tampak bersih tanpa cela. Bahkan, pengisian oli mesin dilakukan melalui lubang khusus di bagian atas tangki depan—solusi yang unik sekaligus praktis.
Dengan spesifikasi tersebut, motor ini berpotensi menjadi alternatif menarik di kelas 400 cc. Jika dipasarkan dengan harga kompetitif, misalnya di bawah Rp200 juta, peluangnya untuk bersaing cukup terbuka. Apalagi, Suzuki dikenal memiliki reputasi build quality yang solid di berbagai lini produknya.
Kini, keputusan ada di tangan pasar. Jika respons positif mengalir, bukan tidak mungkin DR-Z 4S benar-benar mengaspal di Indonesia dan menambah warna di segmen moge yang selama ini didominasi beberapa nama besar.