PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai berdampak pada ketersediaan stok daging sapi di pasar tradisional Palembang.
Pedagang menilai, pembelian daging dalam jumlah besar untuk kebutuhan program tersebut memberikan tekanan pada pasokan dan turut memengaruhi pergerakan harga.
Berdasarkan pantauan tim PALTV di Pasar KM 5 Palembang, permintaan daging sapi meningkat seiring berjalannya program MBG. Salah seorang pedagang daging sapi, Acong mengatakan, pengambilan daging untuk program tersebut dilakukan dalam jumlah besar dan rutin.
“Pembelian daging untuk program MBG itu besar. Dalam satu hari bisa sampai 200 kilogram, dan biasanya pengambilan rutin di kisaran 135 sampai 140 kilogram,” kata salah seorang pedagang daging sapi, Acong.
BACA JUGA:Awal Ramadan 1447 H, Siswa di Sumsel Libur Empat Hari
BACA JUGA:Untuk Kesekian Kalinya, Tiang Pancang Jembatan Lalan Ditabrak Tongkang Batubara
Acong, Pedagang menilai, pembelian daging dalam jumlah besar untuk kebutuhan program tersebut memberikan tekanan pada pasokan dan turut memengaruhi pergerakan harga.--Foto : Hafid - PALTV
Menurut Acong, kondisi tersebut membuat stok daging sapi di tingkat pedagang cepat berkurang, meski pasokan dari Rumah Potong Hewan (RPH) masih tersedia.
Jika pembelian dalam jumlah besar terus berlanjut, stok daging sapi di pasar berpotensi semakin terbatas.
“Kalau MBG masuk, stok kita jadi sangat berkurang. Dalam sehari stok saya sekitar 500 kilogram, jadi cepat habis kalau ada pembelian besar,” ujarnya.
Tekanan pada pasokan turut berdampak pada harga jual daging sapi di pasaran. Saat ini, harga daging sapi di Palembang bertahan di kisaran Rp140 ribu per kilogram, naik dibandingkan harga sebelumnya.
BACA JUGA:Rupiah Bergerak Stabil di Pertengahan Februari 2026, Kurs Dolar AS di Kisaran Rp16.800
BACA JUGA:TPP PPPK di Pemkot Palembang Tertinggi Sampai Rp18 Juta
Aktivitas transaksi daging sapi yang meningkat seiring program MBG.--Foto : Hafid - PALTV
Pedagang berharap, distribusi dan pengaturan pasokan daging sapi dapat berjalan seimbang agar kebutuhan program MBG tetap terpenuhi tanpa mengganggu ketersediaan dan stabilitas harga bagi masyarakat umum, terutama menjelang bulan Ramadan.