“Muktamar ini bukan hanya agenda organisasi, tetapi momentum strategis untuk merumuskan langkah besar dalam membangun masa depan bangsa melalui peran pelajar,” ujarnya.
Ia berharap PII mampu melahirkan generasi pemimpin yang berlandaskan nilai keislaman, memiliki komitmen membangun daerah, serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
“Pelajar Islam Indonesia diharapkan semakin memperkuat peran pembinaan pelajar, membangun karakter kepemimpinan sejak dini, dan memperluas kontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa,” tambahnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Pelayanan dan Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Rokhmi Vita Kusuma, menyampaikan bahwa penguatan jati diri dan karakter bangsa menjadi fokus utama program kepemudaan nasional.
Deputi Bidang Pelayanan dan Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Rokhmi Vita Kusuma, menyampaikan bahwa penguatan jati diri dan karakter bangsa menjadi fokus utama program kepemudaan nasional.--Foto : M. Aidil - PALTV
BACA JUGA:Perkuat SDM Keprotokolan, Kanwil Kemenkum Sumsel Ikuti Pelatihan Teknis Metode Blended Learning
BACA JUGA:Perkuat Perencanaan Kebijakan, Kanwil Kemenkum Sumsel Ikuti Sosialisasi Pedoman Teknis BSK
“Pada 2026 terdapat tujuh program unggulan kepemudaan, di antaranya kerja sama internasional, pertukaran pemuda antarprovinsi, kemah pemuda, hingga lomba debat dan pidato nasional yang mendorong pelajar lebih kritis dan berwawasan kebangsaan,” jelasnya.
Pelajar Islam Indonesia diharapkan semakin memperkuat peran pembinaan pelajar, membangun karakter kepemimpinan sejak dini, dan memperluas kontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa--Foto : M. Aidil - PALTV
Melalui Muktamar Ke-33 ini, diharapkan lahir program-program inovatif dari Pelajar Islam Indonesia serta kader pelajar yang memiliki keimanan, akhlakul karimah, kecerdasan intelektual, dan kapasitas kepemimpinan untuk menyongsong masa depan bangsa.