Bukit Asam PT. BA

Keluarga Tak Terima, Jenazah Warga Binaan Diekshumasi untuk Cari Kebenaran

Keluarga Tak Terima, Jenazah Warga Binaan Diekshumasi untuk Cari Kebenaran

Keluarga menolak penyebab kematian warga binaan, jenazah diekshumasi untuk autopsi ulang guna mengungkap fakta sebenarnya.--PALTV

PALEMBANG, PALTV.CO.ID- Tim forensik RS Bhayangkara Muhammad Hasan Palembang melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sandi (29), seorang warga binaan yang meninggal dunia secara mendadak di Lapas Narkotika Klas IIB Serong, Banyuasin, pada Selasa, 10 Maret 2026 lalu.

Proses ekshumasi dilaksanakan di Pemakaman Keluarga Al Jihad, Talang Betutu, Kecamatan Sukarami, Palembang, Senin (30/3/2026), dan disaksikan langsung oleh pihak Keluarga serta pihak kepolisian.

Langkah ini dilakukan menyusul laporan keluarga ke Polsek Talang Kelapa terkait sejumlah kejanggalan yang ditemukan saat menerima jenazah korban.

Ayah korban, Arifin (56), mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil visum, terdapat sejumlah luka diduga akibat benda tumpul di hampir seluruh tubuh korban.

BACA JUGA:Geger! Bayi Laki-laki Ditemukan Meninggal di Bak Sampah Kertapati

“Alasannya jatuh di kamar mandi, tapi kalau jatuh mestinya hanya satu bagian. Ini luka lebam ada di kepala, muka, tangan, dan kaki. Bahkan ada seperti bekas terbakar. Tidak mungkin hanya karena jatuh,” ujar Arifin di lokasi pemakaman.

Arifin juga menyebut keluarga pertama kali mendapat kabar kematian dari rekan satu sel korban, bukan dari pihak lapas. Padahal, dua jam sebelum kabar duka diterima, istri Arifin sempat berkomunikasi dengan korban dan dalam kondisi sehat.

“Kami tahu dari teman sekamarnya, bukan dari lapas. Padahal dua jam sebelumnya istri saya sempat menelepon, dan kondisinya baik-baik saja,” katanya.


Keluarga menolak penyebab kematian warga binaan, jenazah diekshumasi untuk autopsi ulang guna mengungkap fakta sebenarnya.--PALTV

Keluarga mengaku tidak menerima kematian korban yang dinilai penuh kejanggalan, terlebih Sandi dijadwalkan bebas pada 10 April 2026. Mereka berharap aparat kepolisian dapat mengungkap penyebab pasti kematian tersebut.

“Saya minta keadilan dan penyebab kematian anak saya diungkap. Saya tidak ikhlas, karena anak saya sehat dan tidak punya riwayat penyakit,” tegas Arifin.

Sementara itu, dokter forensik dr. Indra Nasution menjelaskan bahwa proses pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, meskipun kondisi jenazah telah memasuki tahap pembusukan.


Keluarga menolak penyebab kematian warga binaan, jenazah diekshumasi untuk autopsi ulang guna mengungkap fakta sebenarnya.--PALTV

“Karena sudah ada proses pembusukan, pemeriksaan harus dilakukan lebih teliti. Informasi dari keluarga akan kami cocokkan dengan hasil pemeriksaan,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: