Gurihnya Nasi Kebuli Kini Jadi Primadona Warga Palembang

Rabu 28-01-2026,11:53 WIB
Reporter : Ahmad Ramli
Editor : Abidin Riwanto

PALTV.CO.ID- Demam kuliner Arab tengah melanda Kota Pempek, dimana hidangan Nasi Kebuli khas Timur Tengah jadi favorit orang Palembang dalam beberapa waktu terakhir.

Aroma rempah yang kuat dan porsi yang melimpah membuat hidangan ini mudah ditemukan di berbagai sudut kota, mulai dari restoran mewah hingga kedai pinggir jalan.

Fenomena populernya Nasi Kebuli khas Timur Tengah jadi favorit orang Palembang bukan tanpa alasan. Tekstur nasi yang pulen dengan balutan mentega dan kaldu kambing yang meresap sempurna dinilai sangat cocok dengan lidah lokal yang terbiasa dengan masakan kaya bumbu.

Banyak pelaku usaha kuliner melihat peluang ini dengan menawarkan paket loyangan besar, sehingga Nasi Kebuli khas Timur Tengah jadi pavorite orang Palembang terutama saat momen kumpul keluarga atau acara perayaan.

BACA JUGA:Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan Emas Berongga dan Emas Padat untuk Perhiasan

Transformasi selera ini menunjukkan bahwa masyarakat

Palembang kini semakin terbuka dengan variasi rasa internasional yang autentik. Perpaduan Rempah yang Menggoda Selera Nasi Kebuli memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari nasi minyak khas Palembang.

Proses memasaknya yang menggunakan susu kambing atau santan, dicampur dengan bumbu halus seperti jintan, kapulaga, cengkeh, dan kayu manis, menciptakan aroma harum yang mampu membangkitkan nafsu makan seketika.

Biasanya, hidangan ini disajikan dengan potongan daging kambing goreng yang empuk atau ayam bakar, lengkap dengan taburan kismis dan bawang goreng. Tidak lupa, sambal nanas atau acar segar menjadi pendamping wajib untuk menyeimbangkan rasa gurih yang dominan.


gurihnya nasi kebuli khas Palembang--Foto: youtube@Fitrianakitchen

Kata Mereka Tentang Kebuli

Popularitas hidangan ini diakui oleh para penikmat kuliner di Palembang. Ahmad, salah seorang pelanggan yang ditemui di sebuah resto kebuli kawasan Sayangan, mengaku kini lebih sering memesan nasi kebuli dibandingkan menu lainnya saat makan siang.

Rempahnya itu kerasa banget di lidah, apalagi daging kambingnya tidak bau prengus dan sangat lembut. Dulu mungkin kita carinya nasi minyak, tapi sekarang nasi kebuli rasanya sudah jadi pilihan utama kalau mau makan besar, ujar Ahmad.

Senada dengan Ahmad, seorang pemilik kedai nasi kebuli mengungkapkan bahwa permintaan pelanggan meningkat drastis, terutama pada akhir pekan. Menurutnya, orang Palembang menyukai sensasi makan "tampahan" atau makan bersama dalam satu wadah besar karena nilai kebersamaannya yang tinggi.

Adaptasi Lidah Lokal

Kategori :