PALTV,CO.ID,- Pasar reksa dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) kripto kembali mengalami hari yang kurang bersahabat.
Menjadi momen lanjutan dari tekanan jual yang masih membayangi, terutama pada ETF berbasis Bitcoin dan Ether. Meski begitu, ada satu hal menarik: laju keluarnya dana mulai melambat, dan sebagian investor terlihat mulai “memilih tempat aman” di aset kripto tertentu seperti XRP dan Solana. Dengan kata lain, badai belum sepenuhnya reda—namun arah angin mulai berubah. Tekanan Masih Ada, Tapi Panik Mulai Mereda Setelah dua hari sebelumnya diwarnai penarikan dana besar-besaran, sesi Kamis menunjukkan penjualan yang lebih terkendali. BACA JUGA:Polisi Masih Berjuang Cari Jenazah Christina, Keterangan Pelaku Tidak Konsisten BACA JUGA:Kasat Res PPA dan PPO Polres Ogan Ilir Resmi Dilantik, Perkuat Perlindungan Perempuan dan AnakPasar reksa dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) kripto kembali mengalami hari yang kurang bersahabat. --Foto : AI-Chatgpt - Diana Investor memang masih mengurangi eksposur ke aset kripto utama, tetapi tidak lagi dengan intensitas agresif. ETF Bitcoin mencatat aliran keluar bersih sebesar US$32,11 juta. Angka ini sepenuhnya berasal dari dua produk raksasa yang selama ini menjadi barometer sentimen pasar. IBIT milik BlackRock kembali menjadi sorotan setelah mencatat penarikan sebesar US$22,35 juta, disusul FBTC dari Fidelity yang kehilangan US$9,76 juta. Menariknya, ETF Bitcoin lainnya nyaris tidak mencatat pergerakan signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa aksi jual kali ini lebih terfokus, bukan kepanikan menyeluruh. Volume perdagangan ETF Bitcoin juga menyusut ke US$3,35 miliar, sementara total aset bersih turun menjadi US$115,99 miliar menandakan sikap wait and see dari pelaku pasar. BACA JUGA:Imigrasi Palembang Gelar Syukuran Hari Bakti Imigrasi ke-76 Secara Daring BACA JUGA:Abbas Law Firm Resmi Diluncurkan di Palembang
ETF Bitcoin lainnya nyaris tidak mencatat pergerakan signifikan.--Foto : AICntgpt - PALTV Ether Lebih Tertekan, Meski Ada Upaya Menahan Laju Jatuh Tekanan pada ETF Ether justru sedikit lebih berat. Total aliran keluar bersih mencapai US$41,98 juta, dengan penjualan kembali terkonsentrasi pada segelintir produk besar. ETF ETHA milik BlackRock mencatat penarikan paling besar, yakni US$44,44 juta, sementara ETHW dari Bitwise kehilangan US$15,16 juta. Namun, di tengah tekanan tersebut, investor institusional tampak belum sepenuhnya menyerah. Produk-produk Grayscale justru menerima aliran masuk. ETHE mencatat tambahan dana US$9,71 juta, sedangkan Ether Mini Trust menerima US$7,92 juta. Sayangnya, arus positif ini belum cukup untuk membalikkan keadaan secara keseluruhan. BACA JUGA:Kasus Dana Hibah KONI, Kejari Muara Enim Terima Penitipan Pengganti Kerugian Negara Rp124 Juta BACA JUGA:Kakanwil Kemenkum Sumsel Serahkan Sertifikat Terdaftar pada Peresmian Abbas Lawfirm
ETF XRP justru tampil sebagai kejutan positif. Produk berbasis XRP mencatat aliran masuk bersih US$2,09 juta dalam satu sesi.--Foto : AI,CHATGPT - Diana Nilai perdagangan ETF Ether berada di US$1,30 miliar, sementara total aset bersih turun ke US$17,73 miliar. Ini menegaskan bahwa Ethereum masih berada dalam fase konsolidasi yang cukup berat. XRP Diam-Diam Jadi Favorit Baru Di tengah tekanan pada dua aset utama, ETF XRP justru tampil sebagai kejutan positif. Produk berbasis XRP mencatat aliran masuk bersih US$2,09 juta dalam satu sesi. Seluruh dana tersebut mengalir ke XRPZ milik Franklin, memperkuat posisinya sebagai ETF XRP yang paling diminati di tengah volatilitas pasar. Volume perdagangan mencapai US$15,24 juta, sementara total aset bersih bertahan stabil di US$1,37 miliar. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian investor mulai mengalihkan strategi—bukan keluar dari pasar sepenuhnya, tetapi melakukan rotasi ke aset yang dianggap lebih defensif atau memiliki potensi katalis tersendiri. BACA JUGA:Kasus Dana Hibah KONI, Kejari Muara Enim Terima Penitipan Pengganti Kerugian Negara Rp124 Juta BACA JUGA:Gejolak Rupiah Dorong Minat Investasi Emas Digital Solana Ikut Menyerap Dana, Walau Masih Terbatas ETF Solana juga mencatat performa yang relatif tenang namun positif. Aliran masuk sebesar US$1,71 juta tercatat seluruhnya ke dalam BSOL milik Bitwise. Meski volume perdagangan tergolong ringan di US$26,45 juta, total aset bersih ETF Solana berhasil ditutup di angka US$1,09 miliar. Stabilitas ini memperpanjang tren “tenang tapi konsisten” yang belakangan melekat pada Solana. Pasar Belum Pulih, Tapi Sudah Mulai Selektif Secara keseluruhan, sesi Kamis menunjukkan satu hal penting: tekanan jual di ETF kripto memang belum berakhir, tetapi fase panik tampaknya mulai mereda. Bitcoin dan Ether masih mencatat arus keluar, namun dengan ritme yang lebih lambat dan lebih terfokus. BACA JUGA:Kasat Res PPA dan PPO Polres Ogan Ilir Resmi Dilantik, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Sumsel Sambut Positif Sosialisasi Nasional Implementasi dan Tantangan KUHP Baru Sementara itu, XRP dan Solana mulai mencuri perhatian sebagai tujuan alternatif bagi investor yang belum siap meninggalkan pasar kripto sepenuhnya. Ini bukan tanda pemulihan besar-besaran, melainkan sinyal awal dari pergeseran strategi investor dari aksi jual massal menuju posisi yang lebih selektif dan berhati-hati. Pertanyaannya kini: apakah aliran kecil ke XRP dan Solana ini akan menjadi awal perubahan tren, atau sekadar jeda singkat sebelum tekanan berikutnya datang? Pasar kripto masih penuh teka-teki, dan ETF kembali menjadi cermin paling jujur dari psikologi investor global.