BACA JUGA:PLN ULP Tugumulyo Salurkan Bantuan Bagi Korban Banjir di Kecamatan Lempuing
ETF dan Regulasi Tambah Beban Bitcoin
Tekanan terhadap Bitcoin tidak berhenti di isu geopolitik. Arus dana pada produk spot Bitcoin ETF kembali berbalik arah.
Dalam satu hari perdagangan, tercatat arus keluar bersih sekitar US$394 juta, mengakhiri tren positif arus masuk selama beberapa hari sebelumnya. Fenomena ini mengindikasikan meningkatnya sikap wait and see dari investor institusional.
Di sisi lain, ketidakpastian regulasi di Amerika Serikat juga ikut membebani sentimen. Penundaan pembahasan RUU struktur pasar kripto di Senat—setelah sejumlah pelaku industri besar menarik dukungan—membuat pasar kehilangan katalis positif dalam jangka pendek.
Bitcoin di Titik Penentuan Krusial
Dari sudut pandang teknikal, Bitcoin kini berada di fase yang sangat menentukan. Harga mendekati area support penting di sekitar US$84.500, yang sebelumnya menjadi titik pantulan kuat sejak akhir tahun lalu.
BACA JUGA:Dari UMKM hingga Fintech, Ekonomi Digital Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
BACA JUGA:Setang Lebar Morbidelli C252V Tingkatkan Kontrol dan Stabilitas Berkendara
Area US$90.000–US$93.000 kini menjadi zona tarik-menarik antara tekanan jual dan upaya pemulihan. Indikator teknikal menunjukkan momentum yang melemah: MACD mulai mengarah bearish, sementara RSI turun mendekati level netral.
Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati, menunggu konfirmasi arah selanjutnya.
Emas vs Bitcoin: Ujian Nyata di Tengah Krisis
Lonjakan emas bersamaan dengan tekanan pada Bitcoin menegaskan satu realitas penting: di saat risiko global meningkat, pasar masih memperlakukan Bitcoin sebagai aset berisiko, bukan safe haven utama.
Dengan ketegangan dagang AS–Eropa yang belum mereda, arus keluar ETF, serta ketidakpastian regulasi yang membayangi, Bitcoin kini menghadapi ujian besar.
Apakah BTC mampu bertahan di area kunci dan kembali bangkit, atau justru terseret lebih dalam oleh gejolak global? Jawabannya akan menjadi sorotan utama pasar dalam waktu dekat.