BACA JUGA:Satpol PP Palembang Amankan 6 Orang Pengamen di Kambang Iwak
BACA JUGA:Kawasaki W175 ABS 2026 Resmi Injeksi: Lebih Rapi, Lebih Modern, tapi Lebih Mahal
Jika breather tersumbat oleh kotoran atau lumpur, tekanan di dalam gardan akan meningkat. Akibatnya, oli akan terdorong keluar melalui seal yang paling lemah.
Kondisi ini sering terjadi pada kendaraan yang sering melewati jalan berlumpur atau banjir tanpa perawatan berkala.
3. Baut atau Paking Gardan Sudah Tidak Rapat
Kebocoran oli gardan juga bisa disebabkan oleh baut gardan yang kendor atau paking (gasket) yang rusak. Paking berfungsi sebagai perapat antara dua permukaan logam.
Jika paking sudah sobek, gepeng, atau dipasang tidak rata, oli akan mudah keluar.
Kesalahan pemasangan saat servis sebelumnya juga bisa menjadi penyebab. Baut yang tidak dikencangkan sesuai torsi standar dapat menimbulkan celah kecil yang lama-kelamaan menjadi jalur kebocoran.
BACA JUGA:Infinix Note Edge Tipis Baterai Badak Harga Murah
BACA JUGA:Modus Pinjam Sepeda Motor, Driver Ojol di Palembang Jadi Korban Penipuan Penumpang Mengaku Polisi
4. Volume Oli Gardan Terlalu Penuh
Oli gardan memiliki peran yang sangat penting dalam sistem pemindah tenaga kendaraan,--ig@mr.dereck
Mengisi oli gardan secara berlebihan ternyata bisa memicu kebocoran. Saat oli terlalu penuh, ruang ekspansi menjadi sangat terbatas. Ketika suhu naik, oli akan memuai dan menekan seal serta paking.
Tekanan berlebih inilah yang akhirnya mendorong oli keluar. Oleh karena itu, pengisian oli gardan harus selalu sesuai dengan spesifikasi pabrikan, baik dari segi volume maupun jenis olinya.
5. Kualitas Oli Gardan Tidak Sesuai Spesifikasi
Menggunakan oli gardan dengan spesifikasi yang tidak sesuai dapat mempercepat kerusakan seal. Oli yang terlalu encer dapat lebih mudah merembes keluar, sedangkan oli yang terlalu kental dapat meningkatkan tekanan dan suhu kerja.