PALTV.CO.ID,- Pasar kripto kembali bergetar. Bukan karena lonjakan harga sesaat atau spekulasi liar di media sosial, melainkan karena satu perubahan kebijakan penting dari Amerika Serikat yang diam-diam menggeser peta permainan.
Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) resmi menghapus aset kripto dari daftar risiko prioritas pemeriksaan tahun 2026.
Langkah ini langsung memantik optimisme luas. Bahkan, pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ), menyebutnya sebagai sinyal awal datangnya super cycle kripto—fase kenaikan jangka panjang yang dinilai jauh lebih besar dari bull run biasa.
Apakah ini hanya euforia sesaat? Atau justru awal dari babak baru dalam sejarah aset digital?
SEC Mengubah Nada, Pasar Menangkap Pesan
Dalam dokumen resmi prioritas pemeriksaan terbarunya, SEC tidak lagi menempatkan kripto sebagai fokus utama pengawasan. Padahal, dalam beberapa tahun terakhir, aset digital hampir selalu masuk dalam kategori risiko tinggi.
BACA JUGA:Pasar Kripto Menguat, Bitcoin Tembus USD 95.000 dan Altcoin Cetak Kenaikan Signifikan
BACA JUGA:Evaluasi Dugaan Bullying, Kemenkes Setop Sementara PPDS Mata di RSMH
Meski SEC menegaskan tetap akan mengawasi entitas terdaftar yang menyediakan layanan kripto jika diperlukan, penghapusan status “prioritas” ini dinilai pasar sebagai perubahan sikap yang signifikan.
Bagi banyak pelaku industri, langkah tersebut mencerminkan pendekatan regulator yang mulai lebih proporsional—bukan lagi represif, melainkan adaptif terhadap perkembangan teknologi dan adopsi global.
CZ menilai keputusan ini bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan sinyal struktural yang dapat membuka jalan bagi arus modal besar masuk ke pasar kripto.
sinyal awal datangnya super cycle kripto—fase kenaikan jangka panjang--Chat GPT image
Super Cycle: Lebih Besar dari Bull Run
Berbeda dengan bull run yang biasanya berlangsung beberapa bulan dan dipicu sentimen jangka pendek, super cycle digambarkan sebagai fase kenaikan yang dapat bertahan bertahun-tahun.
Super cycle biasanya lahir dari kombinasi faktor besar: