Tak lama kemudian, seorang bidan bernama Rahayu datang ke lokasi untuk membantu pemotongan tali pusat. Setelah itu, bayi langsung dibawa ke tempat praktik bidan yang jaraknya tak jauh dari mushola.
Kamsah mengaku ini adalah pengalaman pertamanya membantu proses persalinan dan dirinya tidak memiliki latar belakang medis. Namun ia teringat pesan orang tuanya untuk membantu ibu yang hendak melahirkan dengan memberi air garam.
“Saya minta warga membuatkan air garam untuk diminumkan ke Ibu Nur. Alhamdulillah prosesnya lancar dan bayinya lahir selamat,” katanya.
BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Sumsel Gelar Sosialisasi SKM Online Guna Perkuat Layanan Publik Digital
BACA JUGA:Bukan Sekadar Pembangkit Listrik Hijau, PLTA Sipansihaporas Cegah Banjir Kayu saat Bencana Sumatera
warga yang ikut membantu proses persalinan, Kamsah, mengatakan proses melahirkan berlangsung sekitar 15 menit dan dibantu oleh empat orang warga.--Foto : Suryadi - PALTV
Sementara itu, Erlita, warga yang merekam sekaligus memviralkan kejadian tersebut, mengaku sengaja menyebarkannya ke media sosial agar mendapat perhatian pemerintah dan masyarakat.
“Dari informasi yang kami dapat, Ibu Nur melahirkan di mushola karena tidak punya KIS dan tidak ada biaya ke rumah sakit atau bidan. Saya viralkan agar ada bantuan,” ujar Erlita.
Ia menambahkan, suami Nuraini saat ini tidak memiliki pekerjaan dan tidak mempunyai uang sama sekali. “Saya kasihan. Ini murni untuk membantu mereka,” katanya.