Platform kendaraan dirancang untuk mendukung baterai berkapasitas besar, sistem manajemen energi canggih, serta teknologi pengisian daya cepat.
Seluruh sistem kelistrikan terintegrasi dengan teknologi Huawei, mencakup pengelolaan daya, efisiensi, dan pemantauan kondisi kendaraan secara real time.
Selain itu, Stelato S9T dibekali Huawei ADS, sistem bantuan berkendara berbasis kecerdasan buatan yang memanfaatkan kombinasi lidar, kamera, radar, dan unit komputasi untuk mendukung fitur keselamatan aktif dan bantuan mengemudi, meski penerapannya tetap menyesuaikan regulasi di masing-masing negara.
Hingga kini, Stelato S9T memang baru tercatat secara administratif di Indonesia dan belum ada informasi resmi terkait peluncuran maupun harga.
BACA JUGA:Mengulik Tren Perhiasan Emas Favorit Masyarakat Palembang
BACA JUGA:Mengenal Investasi Sejak Dini, Cara Cerdas Anak Muda Kelola Keuangan
Meski demikian, kemunculannya dalam data nasional menunjukkan bahwa pasar kendaraan listrik Indonesia mulai membuka diri terhadap segmen yang lebih beragam.
Tidak lagi terbatas pada SUV dan sedan, wagon listrik seperti Stelato S9T berpotensi menjadi alternatif baru di masa depan.
Langkah selanjutnya akan sangat bergantung pada strategi produsen, kesiapan pasar, serta regulasi yang berlaku di Tanah Air.
Yang pasti, Stelato S9T telah mengamankan eksistensinya secara hukum, dan publik kini menanti langkah konkret dari kolaborasi Huawei dan BAIC tersebut.