BACA JUGA:Warga Sanga Desa Digegerkan Temuan Mayat Tanpa Identitas di Sungai Musi
Ia berbicara soal struktur, risiko, dan kebutuhan institusi—bahasa yang jarang viral, tapi justru menentukan arah jangka panjang industri.
Pengalaman Institusional yang Membentuk Cara Berpikir
Sebelum memimpin Function, Thomas Chen sempat berperan penting di BitGo, salah satu kustodian aset digital paling dipercaya oleh institusi global.
Di sana, ia berhadapan langsung dengan bank, hedge fund, dan manajer aset yang tertarik pada kripto, tetapi penuh pertanyaan.
Pertanyaan mereka sederhana namun krusial: bagaimana Bitcoin bisa digunakan tanpa merusak prinsip dasarnya?
jarang muncul di linimasa, tetapi gagasannya berpotensi mengubah cara dunia memandang Bitcoin.--Chat GPT image
Pengalaman ini membentuk keyakinan Chen bahwa adopsi institusional tidak bisa bergantung pada hype. Ia membutuhkan sistem yang rapi, aman, dan dapat diskalakan.
BACA JUGA:Bupati Muara Enim Minta KAI Cari Solusi Atasi Banjir di Sekitar Gedung Golkar
BACA JUGA:Viral CCTV Jambret Kalung Emas di Perum PNS Pemkot Palembang
Dari sinilah ide tentang Bitcoin sebagai aset produktif mulai berkembang—bukan dengan mengubah Bitcoin, tetapi dengan membangun lapisan di sekitarnya.
Function dan Upaya Mengaktifkan Bitcoin
Di bawah kepemimpinan Chen, Function hadir sebagai jembatan antara Bitcoin dan dunia keuangan modern.
Fokusnya bukan DeFi eksperimental yang rumit, melainkan infrastruktur yang memungkinkan Bitcoin digunakan secara lebih aktif dengan standar institusional.
Alih-alih mengejar sensasi, Function menekankan tiga hal utama: keamanan, likuiditas, dan ketahanan sistem. Pendekatan ini membuat Bitcoin bisa berperan dalam ekosistem keuangan yang lebih luas tanpa kehilangan sifat konservatifnya.
BACA JUGA:Investasi Palembang Tembus Rp9,4 Triliun di Triwulan III