BACA JUGA:Inovasi Yamaha Kurangi Risiko Motor Roboh Saat Stop & Go
Seiring dengan penguatan harga, kapitalisasi pasar Bitcoin kini mencapai sekitar Rp31.332 triliun.
Sementara itu, volume perdagangan harian melonjak sekitar 41 persen menjadi Rp867,83 triliun, mencerminkan meningkatnya aktivitas transaksi dan partisipasi pelaku pasar.
Dari sisi teknikal, struktur pergerakan jangka pendek Bitcoin menunjukkan sinyal positif. Pada grafik empat jam, BTC membentuk pola higher high dan higher low, yang menandakan dominasi pembeli masih terjaga.
Harga juga bertahan di atas rata-rata pergerakan jangka pendek yang cenderung mengarah naik, memperkuat stabilitas tren bullish jangka pendek.
Secara intraday, BTC bahkan sempat menyentuh level tertinggi di sekitar 94.789 dolar AS, --Chat GPT image
Namun demikian, pasar kini mendekati area resistensi padat yang berpotensi memicu peningkatan volatilitas.
Hambatan terdekat berada di sekitar 92.460 dolar AS, yang bertepatan dengan level Fibonacci retracement 0,786.
Selanjutnya, area 94.650 dolar AS menjadi titik penting karena sebelumnya sempat menghentikan laju kenaikan harga. Jika level tersebut berhasil ditembus secara konsisten, Bitcoin berpeluang menguji zona psikologis 95.000 dolar AS.
BACA JUGA:SUV Nissan Dilengkapi Teknologi Modern: Kombinasi Performa dan Keamanan
Di sisi bawah, sejumlah area support masih mampu menopang pergerakan harga. Zona antara 90.700 hingga 90.400 dolar AS menjadi penopang awal, yang merupakan kombinasi resistensi lama dan rata-rata pergerakan eksponensial.
Support berikutnya berada di sekitar 89.500 dolar AS, yang sejalan dengan level Fibonacci retracement 0,5 dan menjadi perhatian utama trader.
Apabila tekanan jual meningkat dan harga turun di bawah 89.500 dolar AS, risiko pelemahan lanjutan menuju area 88.000 dolar AS hingga 86.400 dolar AS terbuka.
Penurunan ke bawah zona tersebut berpotensi membatalkan skenario bullish yang saat ini terbentuk.
Sementara itu, data pasar derivatif turut mendukung narasi pemulihan.