Perbedaan antara harga jual dan harga buyback atau yang kerap disebut sebagai spread menjadi faktor penting dalam investasi emas batangan.
Tanpa memahami mekanisme dua harga ini, investor berpotensi salah dalam menghitung peluang keuntungan maupun risiko kerugian.
Oleh karena itu, emas batangan umumnya lebih cocok dijadikan sebagai instrumen investasi jangka menengah hingga panjang.
Dengan spread harga yang relatif besar, keuntungan dari investasi emas baru akan terasa apabila harga emas mengalami kenaikan signifikan dalam jangka waktu tertentu.
Kenaikan tersebut diharapkan mampu menutup selisih harga jual dan buyback, sekaligus memberikan keuntungan bagi investor.
BACA JUGA:Cita Rasa Khas Gulai Nangka Daging Sapi Palembang yang Kaya Rempah
BACA JUGA:Banyak yang Nyesel! Ternyata Ini Mobil Bekas Paling Aman Buat Mudik Jauh
Jika ditinjau dari pergerakan harga emas Antam dalam beberapa periode sebelumnya, investasi emas menunjukkan hasil yang bervariasi tergantung waktu pembelian.
Misalnya, investor yang membeli emas pada 22 Desember 2025 dengan harga Rp 2.502.000 per gram, hingga saat ini masih mencatatkan potensi kerugian sekitar 1,88 persen.
Tidak hanya harga jual, nilai pembelian kembali atau buyback emas Antam juga mengalami penurunan--youtube@tvdakwah
Hal ini disebabkan harga buyback saat ini masih berada di bawah harga beli pada periode tersebut.
Sebaliknya, investor yang membeli emas pada 29 November 2025 dengan harga Rp 2.413.000 per gram masih berpeluang mencatatkan keuntungan sekitar 1,74 persen.
Keuntungan yang lebih besar terlihat bagi mereka yang melakukan pembelian pada periode yang lebih panjang.
Sebagai contoh, pembelian emas pada 29 September 2025 dengan harga Rp 2.222.000 per gram berpotensi memberikan keuntungan sekitar 10,49 persen.
BACA JUGA:Beli Mobil atau Rental, Mana yang Lebih Hemat dan Menguntungkan?
BACA JUGA:Banyak yang Nyesel! Ternyata Ini Mobil Bekas Paling Aman Buat Mudik Jauh