Bukit Asam PT. BA

Warga Kenten Keluhkan Air PDAM Hanya Mengalir Tiga Kali Sebulan

Warga Kenten Keluhkan Air PDAM Hanya Mengalir Tiga Kali Sebulan

Kondisi air PDAM yang keruh di rumah warga--Foto : M. Aidil - PALTV

BANYUASIN, PALTV.CO.ID — Warga Kenten Raya, khususnya di Kelurahan Kenten Jalan Dahlia, mengeluhkan distribusi air bersih dari PDAM Tirta Betuah yang dinilai tidak normal.

Air disebut hanya mengalir tiga kali dalam sebulan dan setiap kali hidup sekitar tiga jam dengan kondisi keruh dan aroma tidak sedap. Selasa (24/02). 

Ketua RT 24 Kelurahan Kenten, Mutadin, mengatakan persoalan ini sudah berlangsung lama dan belum ada perubahan berarti. “Kondisi ini sudah terjadi sejak tahun 2014. Sampai sekarang air masih hidup tiga kali dalam sebulan dan itu pun hanya sekitar tiga jam,” ujarnya.

Menurut Mutadin, keterbatasan distribusi membuat warga harus sigap menampung air setiap kali aliran hidup. Namun, kualitas air yang diterima sering kali tidak jernih. “Airnya keruh, tapi tetap kami tampung,” katanya.

BACA JUGA:Tes Urine Mendadak PJU dan 38 Personil Angota Polres Ogan Ilir

BACA JUGA:Talkshow, Kanwil Kemenkum Sumsel Sosialisaikan Rahasia Dagang dan Pencegahan Pelanggaran Kekayaan Intelektual


Warga Kenten Raya, khususnya di Kelurahan Kenten Jalan Dahlia, mengeluhkan distribusi air bersih dari PDAM Tirta Betuah yang dinilai tidak normal.--Foto : M. Aidil - PALTV

Untuk kebutuhan memasak dan air minum, warga terpaksa membeli air bersih tambahan. Setiap empat hari sekali, satu tedmon air bersih dibeli dengan harga berkisar antara Rp80 ribu hingga Rp110 ribu, tergantung pasokan. Selain itu, sepuluh dirigen air bersih dihargai sekitar Rp30 ribu.

“Kalau dihitung dalam sebulan, biaya beli air cukup besar. Padahal kami tetap rutin membayar tagihan PDAM setiap bulan,” tegas Mutadin.


Ketua RT 24 Kelurahan Kenten, Mutadin, mengatakan persoalan ini sudah berlangsung lama dan belum ada perubahan berarti.--Foto : M. Aidil - PALTV

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Rika Novalita. Ia menilai kualitas air yang keruh dan berbau tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. “Airnya tidak jernih dan aroma tidak sedap. Kadang setelah dipakai mandi kulit terasa gatal,” ungkapnya.

Rika berharap ada perhatian serius dari pihak terkait agar permasalahan ini segera ditangani. “Kami hanya ingin air mengalir normal dan bersih seperti wilayah lain,” katanya.

BACA JUGA:Perkuat Transformasi ASN, Kanwil Kemenkum Sumsel Lantik Pejabat Fungsional Perancang Ahli Muda

BACA JUGA:Galian Lahan Kosong di Simpang Empat Kapten Arivai Di Hentikan Sementara

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: paltv.co.id

Berita Terkait