Manisan Kedondong Khas Palembang, Jajanan Tradisional Asam Manis Pedas yang Menyegarkan

Minggu 28-12-2025,19:42 WIB
Reporter : Leni Marlina
Editor : Hanida Syafrina

BACA JUGA:Lampu LED SUV Nissan Bukan Sekadar Terang, Ini Keunggulan Tersembunyinya!

Perendaman ini bertujuan untuk mengurangi rasa getah dan membantu mempertahankan warna buah agar tetap segar.

Setelah itu, kedondong direndam kembali dalam air kapur sirih bening selama kurang lebih satu jam.

Air kapur sirih berfungsi sebagai pelunak tekstur sekaligus membuat kedondong menjadi lebih renyah dan tidak mudah layu meski direndam dalam kuah gula dalam waktu lama.

Usai direndam, kedondong harus dibilas hingga bersih agar tidak ada sisa kapur yang tertinggal.


Bahan utama dari manisan ini adalah buah kedondong muda, garam,kapur sirih, gula dan cabai.--ig@harts.99

Selanjutnya adalah pembuatan kuah manisan, kuah ini terdiri dari air, gula pasir, garam, dan cabai rawit yang dihaluskan.

Perbandingan gula dan garam harus seimbang agar rasa manisan tidak terlalu manis atau terlalu asin.

Sedikit cuka sering ditambahkan untuk mempertegas rasa asam sekaligus memberi sensasi segar.

BACA JUGA:Liburan Makin Nyaman! Ini 4 Mobil Sewa Terbaik untuk Long Weekend Keluarga

BACA JUGA:Tekanan Global Dorong Pergerakan Kurs Dolar terhadap Rupiah

Pada beberapa resep, pewarna makanan hijau digunakan agar warna manisan tampak lebih menarik dan menggugah selera, meskipun penggunaan pewarna ini bersifat opsional.


manisan kedondong Palembang memiliki ciri khas pada teksturnya yang renyah --ig@resepnyonya_nyun

Semua bahan kuah direbus hingga mendidih dan gula larut sempurna. Setelah itu, api dimatikan dan kuah dibiarkan sebentar.

Kedondong kemudian dimasukkan ke dalam kuah yang masih panas agar proses peresapan bumbu berjalan optimal.

Dalam kondisi panas inilah kedondong akan mulai menyerap rasa manis, asin, pedas, dan asam secara perlahan.

Kategori :