Pada perayaan Natal tahun ini, GPIB Immanuel Palembang mengusung tema “Allah Memulihkan Seluruh Ciptaan-Nya”. Tema tersebut menegaskan bahwa peristiwa Natal merupakan karya ilahi dalam memulihkan kehidupan manusia dan seluruh ciptaan.
“Tema ini menekankan bahwa pemulihan dari Allah tidak hanya untuk manusia, tetapi juga seluruh ciptaan. Ada sinergi agar semua mengalami damai sejahtera,” ujar Pdt. Amzal.
Jumlah jemaat yang mengikuti perayaan Natal di GPIB Immanuel Palembang tahun ini diperkirakan berkisar antara 300 hingga 400 orang. Sebagian jemaat diketahui merayakan Natal di luar kota, sementara sebagian lainnya datang dari berbagai daerah.
Pendeta Amzal menambahkan, GPIB Immanuel Palembang menjadi miniatur keberagaman Indonesia, dengan jemaat yang berasal dari berbagai suku dan latar belakang.
BACA JUGA:2 Pos Kesehatan Disiagakan 24 Jam di Jalur Lintas Timur Sumatera OKI
BACA JUGA:Holiday Angkasa Wisata Berangkatkan 200 Jemaah Umroh Paket 9 Hari via Lion Air
Simbol ayam jago di puncak Gereja Ayam Palembang-Hafid-PALTV
“Hampir semua suku ada di sini. Kami hidup bersama dalam keberagaman dan menjaga toleransi, termasuk dalam kegiatan-kegiatan tertentu yang melibatkan diri dengan masyarakat,” kata Pdt. Amzal.
Selain sebagai gereja bersejarah, GPIB Immanuel Palembang juga dikenal sebagai gereja ramah anak, ramah disabilitas, dan ramah lingkungan, sebagai wujud komitmen iman yang berkelanjutan.
Hingga kini, GPIB Immanuel Palembang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi saksi sejarah perjalanan iman dan kerukunan umat beragama di Kota Palembang.