Seorang pejabat Samsung Electronics yang dikutip oleh ETNews mengatakan bahwa perubahan dalam susunan produk membuat jadwal peluncuran ikut bergeser.
“Perencanaan produk yang agak terlambat memengaruhi waktu peluncuran. Karena masih dalam tahap pra-produksi massal, jadwal akhir belum dapat dikonfirmasi,” ujarnya.
Dengan kata lain, Samsung masih menyesuaikan jadwal produksi dan peluncuran agar sesuai dengan arah strategis perusahaan yang baru.
Selain perubahan komposisi produk, rumor lain juga menyebutkan bahwa Samsung akan menaikkan harga seri Galaxy S26.
Kenaikan harga ini dikaitkan dengan peningkatan biaya komponen utama, terutama pada prosesor, modul kamera, serta memori penyimpanan.
BACA JUGA:Samsung Galaxy Z Fold7 dan Fitur DeX: Ubah Lipatan Jadi Laptop Mini
BACA JUGA:Perbandingan Desain Galaxy Z Fold7 vs Galaxy Z Fold6: Evolusi Tipis dan Lebih Elegan
Menurut laporan internal perusahaan, harga prosesor seluler meningkat sekitar 12 persen dibanding tahun lalu, sementara modul kamera mengalami kenaikan sekitar 8 persen.
sebuah varian ultra-tipis yang diharapkan menjadi sorotan utama--samsung.com
Biaya memori dan penyimpanan juga mengalami lonjakan akibat keterbatasan pasokan global.
Dengan kondisi tersebut, analis memperkirakan harga jual Galaxy S26 akan lebih tinggi dibanding seri sebelumnya, terutama untuk varian Ultra.
Namun, peningkatan harga ini kemungkinan akan diimbangi dengan peningkatan performa dan fitur yang lebih canggih.
Dari segi performa, Samsung Galaxy S26 kabarnya akan tetap melanjutkan strategi chipset ganda, seperti yang dilakukan pada generasi sebelumnya.
BACA JUGA:Ulasan Sony WH-1000XM6: Suara Hebat, ANC Luar Biasa, dan Kenyamanan Sepanjang Hari
BACA JUGA:Perbandingan Desain Galaxy Z Fold7 vs Galaxy Z Fold6: Evolusi Tipis dan Lebih Elegan
Artinya, beberapa wilayah akan mendapatkan versi dengan chipset Exynos 2600 buatan Samsung, sementara pasar global kemungkinan besar akan menerima versi yang ditenagai oleh Snapdragon 8 Elite Gen 5 dari Qualcomm.