PALTV.CO.ID,- Mimpi Indah Beli Motor: Datang, Pilih, Bayar, Pulang... Katanya.
Di atas kertas, beli motor baru seharusnya simpel banget. Datang ke dealer, pilih motor impian, bayar, dan gas bawa pulang. Tapi kenyataannya? Hm, jauh dari kata simpel.
Justru banyak jebakan-jebakan kecil yang membuat proses pembelian motor secara cash berasa seperti ujian hidup. Mulai dari bayar cash yang dipersulit sampai administrasi yang super berbelit.
Mau Bayar Cash? Siap-Siap Di-"Ghosting" Dealer motor yang akal akalan biar kamu beralih ke proses kredit.
BACA JUGA:Dendeng Balado, Cita Rasa Minang yang Pedas Menggoda
BACA JUGA:Nugget Ayam, Solusi Praktis dan Favorit Keluarga Indonesia
Lucunya, beli motor cash malah sering dipersulit. Harusnya sih cash itu langsung beres ya, karena kan enggak ribet urusan cicilan. Tapi yang terjadi, konsumen cash malah dibilang "unit kosong" atau "inden lama".
Ajaibnya, pas bilang mau kredit, eh unitnya langsung ready dan bisa dikirim hari itu juga. Kenapa? Karena sales dapat bonus lebih gede kalau motor dijual kredit lewat leasing. Jadi, kalau kamu datang bawa duit cash, siap-siap dianggap angin lalu.
Kredit Motor Sekarang = Tes Kesabaran
Dulu kredit motor gampang, sekarang ribetnya bukan main. Kalau KTP kamu beda domisili, siap-siap pusing. Misal KTP Malang tapi kerja di Jakarta, plat nomormu tetap Malang.
BACA JUGA:Tang Kombinasi Alat Kecil yang Punya Peran Besar dalam Dunia Otomotif!
BACA JUGA:Polisi Tangkap Kembali 3 dari 8 Orang Tahanan Polres Lahat yang Kabur Dari Sel
Bayar pajak tahunan? Harus balik kampung. Udah gitu, survei kredit sekarang makin detail, ditambah proses administrasi yang makin ribet karena leasing takut ketipu orang yang "kredit macet".
Cicilan Ringan? Iya, Tapi Harga Melayang
Banyak yang tergiur cicilan ringan, padahal total bayarnya bisa jauh lebih mahal. Misal motor harga Rp20 juta, kalau cicil 3 tahun bisa tembus Rp30 juta. Sayangnya, dealer jarang kasih tahu ini di awal. Fokusnya cuma di "DP ringan" dan "cicilan kecil" buat nampak manis di mata pembeli.