Dewan Penasihat Danantara beranggotakan tokoh-tokoh keuangan dunia, seperti Ray Dalio (pendiri Bridgewater Associates), Thaksin Shinawatra (mantan Perdana Menteri Thailand), Jeffrey Sachs (ekonom Harvard University), dan F. Chapman Taylor (manajer portofolio di Capital Group). Sementara itu, Helman Sitohang menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia di Dewan Pengawas.
Dewan Pengarah Danantara diisi oleh dua mantan presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo, sementara Dewan Pengawas dipimpin oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
BACA JUGA:Kisruh AI & Hak Cipta! Studio Ghibli Beri Peringatan atau Cuma Hoaks?
BACA JUGA:8 Tips Aman Mudik dengan Mobil Listrik agar Perjalanan Tetap Lancar dan Nyaman
Dampak terhadap Pasar Saham
Kepengurusan Danantara sempat memicu reaksi negatif di pasar modal, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,55 persen ke level 6.161,11. Namun, dua hari kemudian, pasar kembali menguat dan IHSG naik 3,35 persen ke level 6.444.
Menurut Kepala Riset Bahana Sekuritas, Satria Sambijantoro, susunan kepemimpinan Danantara yang terdiri dari para profesional tanpa afiliasi politik seharusnya dapat mengurangi ketidakpastian di pasar modal. Data menunjukkan bahwa 67 persen manajer Danantara memiliki pengalaman di sektor keuangan dan investasi, serta 61 persen merupakan lulusan universitas ternama di Amerika Serikat.
Managing Director Samuel Sekuritas, Harry Su, menilai bahwa meskipun susunan kepemimpinan Danantara menjanjikan, transparansi dan tata kelola menjadi faktor utama yang harus diperhatikan untuk menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan bahwa pelemahan IHSG lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal, bukan semata-mata karena pembentukan Danantara.
BACA JUGA:Willie Salim Diminta Minta Maaf Secara Adat, Kesultanan Palembang Belum Terima Komunikasi
BACA JUGA:Sekda Palembang Tinjau Kesiapan 14 Posko Lebaran untuk Arus Mudik
Tim Manajemen Profesional
Selain CEO, CIO, dan COO, struktur eksekutif Danantara diperkuat oleh berbagai komite pengawasan dan akuntabilitas, termasuk Ketua BPK, BPKP, KPK, PPATK, Jaksa Agung, dan Kapolri.
Di bidang hukum, Robertus Bilitea menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bidang Legal, berpengalaman dalam pembentukan LPS, INA, dan IFG. Di bidang keuangan, Arief Budiman menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bidang Keuangan, dengan latar belakang dari Wharton School dan pengalaman restrukturisasi BUMN.