Stroke atau dikenal juga sebagai “angin ahmar,” adalah salah satu penyakit katastropik dengan biaya pengobatan tertinggi ketiga di Indonesia, setelah penyakit jantung dan kanker. Pada 2023, biaya pengobatan stroke mencapai Rp5,2 triliun. Penderita stroke lebih rentan terhadap penyakit lain seperti hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes.
Gejala dan Faktor Risiko Stroke
Praktisi kesehatan dari Perhimpunan Dokter Neurologi Seluruh Indonesia (Perdosni), dr. Dodik Tugasworo, menjelaskan pentingnya mengenali gejala stroke yang disingkat menjadi “SeGeRa Ke RS” yaitu:
Senyum: Senyum yang tidak simetris,
Gerak tubuh: Kelemahan mendadak pada salah satu sisi tubuh,
Bicara: Kesulitan berbicara atau pelo (aphasia),
Kebas: Mati rasa atau kesemutan pada satu sisi tubuh,
BACA JUGA:Penting Dilakukan! Cegah Stroke di Usia Muda, Mulailah Dari Sekarang
BACA JUGA:Stroke Hantui Generasi Muda UEA, Faktor-faktor Pemicu dan Kiat Pencegahan yang Mendesak
Rabun: Penglihatan kabur pada satu mata,
Sakit kepala hebat: Sakit kepala mendadak yang intens.
Menurut Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, dr. Yudhi Pramono, sekitar 90 persen kasus stroke sebenarnya bisa dicegah dengan mengelola faktor risikonya. Aktivitas fisik yang dilakukan setidaknya 30 menit sehari sebanyak 5 kali per minggu mampu menurunkan risiko stroke hingga 25 persen.
Jenis Aktivitas Fisik yang Disarankan
Dr. Elina Widiastuti dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) mengungkapkan, olahraga rutin tidak hanya meningkatkan performa kognitif dan kerja, namun juga mengurangi risiko cedera pada lansia. Ia menyarankan tiga jenis aktivitas fisik sebagai langkah pencegahan stroke: