Sejarah Berpindahnya Arah Kiblat Salat Umat Islam dari Al-Aqsa ke Ka'bah

Kamis 09-11-2023,03:00 WIB
Reporter : Angga Pranando
Editor : Devi Setiawan

PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Kiblat atau arah salat merupakan tempat umat Islam seluruh dunia menghadapkan wajahnya saat beribadah salat mengharap berkah dan ridho Allah SWT.

Arah kiblat, yang saat ini mengarah ke Ka'bah di Masjidil Haram di Mekah, adalah suatu perintah yang tertulis dalam Al-Qur’an yaitu yang terdapat dapat surat Al-Baqarah ayat 144. 

Artinya: "Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kalian berada, palingkanlah mukamu ke arahnya." 

Namun, sejarah mengungkapkan bahwa Ka'bah bukanlah kiblat pertama bagi umat Islam. Sebelumnya, kiblat umat Islam mengarah ke Masjidil Aqsa atau Baitul Maqdis di Yerusalem, Palestina.

BACA JUGA:Apa itu Nikah Mut’ah? Lantas Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Perubahan ini terjadi pada tahun ke-2 Hijriah, beberapa waktu setelah hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah. 

Arah kiblat pertama umat Islam adalah Masjidil Aqsa atau Baitul Maqdis di Yerusalem. Alasan di balik pemilihan kiblat ini adalah untuk menghindari penyembahan berhala, yang pada saat itu banyak dilakukan oleh kaum kafir Quraisy di Mekkah.

Pada awal mula Islam, Masjidil Haram belum memiliki struktur bangunan masjid seperti yang kita kenal saat ini, dan Ka’bah masih dipenuhi oleh ratusan berhala yang disembah oleh kaum Quraisy. 

Pemilihan Masjidil Aqsa sebagai kiblat awal untuk salat adalah upaya untuk menjauhkan umat Islam dari praktek penyembahan berhala yang dianut oleh kaum kafir Quraisy di Mekah.

BACA JUGA:Tugas 4 Malaikat yang Diutus Allah SWT untuk Seorang Mukmin yang Sedang Sakit


Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, Palestina.-Haley Black-pexels.com/@haleyve

Dengan menghadap Masjidil Aqsa, umat Islam menegaskan ketiadaan keterkaitan mereka dengan praktik penyembahan berhala. 

Dikutip melalui laman aboutislam.net, perubahan arah kiblat terjadi pada tahun ke-2 Hijriah, khususnya pada bulan Sya'ban.

Pada periode awal dakwah Nabi Muhammad SAW di Madinah, muncul keresahan dan keraguan terkait arah kiblat yang seharusnya digunakan. Allah SWT menjawab keraguan ini dengan menurunkan surat Al-Baqarah ayat 144: 

Artinya: "Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kalian berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan."

Kategori :