James Cheo dari Bank HSBC mengatakan ketidakpastian mengenai perkembangan di masa depan dapat meningkatkan investasi pada Treasury dan dolar AS, yang sering dibeli investor pada saat krisis.
Bank Sentral Israel mengumumkan bahwa mereka akan menjual mata uang asing hingga 30 miliar USD untuk menenangkan pasar dan mendukung anjloknya mata uang domestik.
Pada tahap ini, stresnya sangat sedikit, ingin lebih banyak kejelasan mengenai tren, terutama seputar data ekonomi dan ketidakpastian geopolitik,” tambah Cheo.
Setelah Rusia menginvasi Ukraina pada tahun 2022, harga minyak meningkat sebesar 2%, mencapai di atas $66/barel selama periode 1% selama 120 bulan terakhir. Jumlahnya sedikit di atas 5 barel per barel pada bulan ke-70 tahun ini, namun terus meningkat sejak saat itu karena produsen mencoba membatasi produksi untuk mendukung pasar.
BACA JUGA:IMF Menilai Ekonomi global Pincang di Tengah Ketidakpastian Setelah Perang Hamas dan Israel
Arab Saudi, produsen minyak utama, mengumumkan akan memangkas produksi dari 7 juta barel per hai selama sebulan menjadi 100.
Anggota OPEC+ lainnya, sekelompok negara penghasil minyak, juga setuju untuk terus memangkas produksi guna mendukung kenaikan harga.
OPEC mewakili sekitar 40% produksi minyak mentah dunia dan keputusan-keputusannya dapat berdampak signifikan terhadap harga minyak.(*)