Kurs Dolar AS Hari Ini 2 Mei 2026: Rupiah Masih di Kisaran Rp17.000- an
Kurs dolar AS per 2 Mei 2026 masih bertahan di kisaran Rp17.000-an. Rupiah belum menunjukkan penguatan signifikan di tengah tekanan global.--freepik
PALTV.CO.ID- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada Sabtu, 2 Mei 2026, menunjukkan pergerakan yang relatif stabil meskipun masih berada di level yang cukup tinggi.
Dari beberapa sumber, berdasarkan data pasar terkini, kurs dolar berada di kisaran Rp17.310 hingga Rp17.349 per USD.
Angka ini mencerminkan kondisi rupiah yang cenderung stagnan setelah mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir akibat dinamika ekonomi global.
Pergerakan rupiah hari ini terpantau tidak mengalami fluktuasi signifikan. Sepanjang perdagangan, nilai tukar rupiah bergerak di sekitar level Rp17.319 per USD.
Stabilitas ini dinilai sebagai sinyal bahwa pasar mulai menemukan titik keseimbangan, meskipun sentimen global seperti kebijakan suku bunga Amerika Serikat dan ketegangan geopolitik masih menjadi faktor yang perlu diwaspadai.
BACA JUGA:Hardiknas 2026, Pemkot Palembang Perkuat Pendidikan Berkarakter dan Berkualitas
Di sisi lain, kurs referensi dari perbankan juga menunjukkan kisaran yang tidak jauh berbeda.
Sejumlah bank besar di Indonesia menetapkan kurs beli dolar di kisaran Rp17.055 dan kurs jual sekitar Rp17.130. Sementara itu, untuk layanan e-rate, beberapa bank menawarkan kurs beli sekitar Rp17.295 dan kurs jual mencapai Rp17.395 per USD.
Perbedaan ini wajar terjadi karena adanya margin dan kebijakan masing-masing bank dalam menentukan harga jual dan beli valuta asing.
Adapun pembaruan resmi dari Bank Indonesia (BI) turut menjadi acuan penting dalam melihat pergerakan nilai tukar rupiah.
Berdasarkan data terbaru, BI menetapkan kurs jual dolar AS sebesar Rp17.410 per USD, sementara kurs beli berada di level Rp17.237 per USD.
Angka ini menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan, meskipun tidak mengalami pelemahan tajam dalam waktu dekat.
Stabilnya nilai tukar rupiah saat ini tidak lepas dari berbagai upaya yang dilakukan oleh Bank Indonesia dalam menjaga keseimbangan pasar.
Intervensi di pasar valuta asing serta kebijakan moneter yang hati-hati menjadi faktor penting dalam menahan volatilitas rupiah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

