Sumsel Alami Deflasi 0,04 Persen pada April 2026, Harga Pangan dan Emas Turun
Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) alami deflasi 0,04 persen pada April 2026 membuat harga pangan dan emas turun.-Ilham Wahyudi-PALTV
PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan mencatat bahwa pada April 2026, wilayah Sumatera Selatan mengalami deflasi sebesar 0,04 persen secara bulanan (month to month).
Penurunan ini dipicu oleh melemahnya harga sejumlah komoditas, khususnya di sektor pangan dan logam mulia.
Kepala BPS Sumatera Selatan Wahyu Yulianto menjelaskan bahwa deflasi terjadi akibat turunnya harga beberapa komoditas utama seperti emas perhiasan, daging ayam ras, telur ayam ras, cabai rawit, serta tarif angkutan antarkota.
“Pada April, Sumatera Selatan mengalami deflasi sebesar 0,04 persen, sementara secara nasional justru terjadi inflasi sebesar 0,13 persen,” ujar Wahyu Yulianto.
BACA JUGA: Atasi Banjir di Palembang Lewat Perbaikan Drainase dan Optimalisasi Pompa Air
BACA JUGA:Warga Palembang Keluhkan Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi

Wahyu Yulianto, Kepala BPS Sumatera Selatan.-Ilham Wahyudi-PALTV
Penurunan harga pada komoditas tersebut, lanjut Wahyu Yulianto, memberikan kontribusi terbesar terhadap terjadinya deflasi di Sumatera Selatan.
Kondisi ini menunjukkan adanya perbaikan dari sisi pasokan dan distribusi barang, khususnya bahan pangan.
“Komoditas seperti emas perhiasan, daging ayam ras, telur ayam ras, cabai rawit, serta angkutan antarkota menjadi penyumbang utama deflasi. Penurunan harga ini sangat berpengaruh terhadap kondisi inflasi daerah,” jelasnya.
Di sisi lain, Wahyu juga mengungkapkan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi turut memberikan tekanan inflasi, terutama pada komoditas industri non-makanan.
BACA JUGA:Tekanan Baru bagi UMKM: Harga Plastik Naik Tajam, BBM Nonsubsidi Tak Terlalu Berdampak
BACA JUGA:MicroSD T7 dan T9 Samsung Siap Dukung Kebutuhan Konten 4K hingga Gaming
Namun demikian, menurut Kepala BPS Sumatera Selatan Wahyu Yulianto, sektor bahan pangan justru mengalami penurunan harga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: paltv

