Bukit Asam PT. BA

Atap Asrama Ranggonang Muba di Yogyakarta Ambruk, Empat Mahasiswa Luka Ringan

Atap Asrama Ranggonang Muba di Yogyakarta Ambruk, Empat Mahasiswa Luka Ringan

Kondisi atap Asrama Ranggonang Muba yang ambruk di Baciro, Kota Yogyakarta, Senin (16/2/2026).--Foto : Ruzi Iskndar - PALTV

MUBA, PALTV.CO.ID - Atap Asrama Ranggonang milik Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang berlokasi di Jalan Tunjung Baru No 4, Baciro, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, ambruk pada Senin (16/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi pada siang hari saat sebagian penghuni asrama sedang tidak berada di lokasi. Akibat kejadian itu, empat orang mahasiswa mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan.

Pengelola asrama, Ridwan HS, mengatakan saat kejadian dirinya sedang berada di dalam asrama. Ia mengaku mendengar suara retakan sebelum akhirnya atap bangunan runtuh.

“Saya mendengar suara ‘kretek-kretek’, lalu langsung keluar. Tidak lama kemudian atap ambruk,” ujar Ridwan.

BACA JUGA:iQOO 15R resmi meluncur pada 24 Februari, berikut semua yang perlu Anda ketahui

BACA JUGA:Ketua Permaskot Serahkan Senpi Rakitan Saat Operasi Pekat Musi 2026


Peristiwa tersebut terjadi pada siang hari saat sebagian penghuni asrama sedang tidak berada di lokasi. Akibat kejadian itu, empat orang mahasiswa mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan.--Foto : Ruzi - PALTV

Ia memastikan, saat kejadian tidak ada gempa bumi maupun bencana alam lain yang terjadi di wilayah tersebut. Namun, ia menduga struktur bangunan telah mengalami keretakan sejak gempa-gempa yang pernah terjadi sebelumnya di Yogyakarta.

Selain itu, Ridwan juga memperkirakan beban berat dari genteng keramik yang digunakan menjadi salah satu faktor penyebab ambruknya atap. Beban tersebut ditopang rangka baja yang diduga sudah tidak lagi dalam kondisi optimal.

Beruntung, saat kejadian jumlah penghuni asrama tidak banyak. Sebagian mahasiswa sedang pulang kampung, libur perkuliahan, dan ada pula yang tengah menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

BACA JUGA:Honor Pad X8b Hadir dengan RAM Besar: Tablet Terjangkau untuk Multitasking Lebih Lancar

BACA JUGA:Usia Empat Dekade Jadi Penyebab Pohon Roboh Timpa Tiga Mobil


Ridwan juga memperkirakan beban berat dari genteng keramik yang digunakan menjadi salah satu faktor penyebab ambruknya atap. Beban tersebut ditopang rangka baja yang diduga sudah tidak lagi dalam kondisi optimal.--Foto : Ruzi - PALTV

“Kalau dalam kondisi normal, penghuni asrama cukup banyak. Tapi saat kejadian, sebagian sedang pulang dan ada yang KKN, jadi tidak terlalu ramai,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: paltv.co.id