Stablecoin Ditinggal? Fakta Mengejutkan di Balik Raibnya US$3,3 Miliar Pasca Rekor Tertinggi

Stablecoin Ditinggal? Fakta Mengejutkan di Balik Raibnya US$3,3 Miliar Pasca Rekor Tertinggi

Pasar stablecoin hanya dalam waktu sepekan sekitar US$3,3 miliar nilai pasar menguap--Chat.gpt.ai

 

PALTV.CO.ID,- Pasar stablecoin baru saja mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Namun hanya dalam waktu sepekan sekitar US$3,3 miliar nilai pasar menguap.

Sekilas, angka ini tampak mengkhawatirkan. Tapi jika ditelisik lebih dalam, apa yang terjadi bukanlah tanda kehancuran—melainkan rotasi besar-besaran modal yang sedang mengubah wajah ekonomi stablecoin global.

Alih-alih kepanikan massal, data terbaru justru menunjukkan pasar sedang melakukan penyesuaian alami setelah lonjakan ekstrem.

 

USDT Tetap Kokoh di Puncak Jadi Penopang Utama Likuiditas

Di posisi teratas, Tether (USDT) masih berdiri tanpa goyah.

 

Dengan kapitalisasi pasar sekitar US$186,59 miliar, USDT tidak mencatat penerbitan baru maupun penarikan signifikan selama tujuh hari terakhir. Stabil—dan itu justru poin terpentingnya.

BACA JUGA:Sumeks Beri Dukungan Penuh Ajang MDP Basketball League 2026

BACA JUGA:Keluarga Tak Menyangka Pelaku Pembunuhan Christina S Ternyata Tetangga Dekat

 

Saat ini, USDT menguasai lebih dari 60% total nilai ekonomi stablecoin.

Dominasi ini menegaskan satu hal: meski sektor stablecoin menyusut secara keseluruhan, likuiditas inti tetap aman.

Bagi pelaku pasar, USDT masih menjadi “uang tunai digital” utama, terutama di tengah ketidakpastian makro dan volatilitas kripto.

USDC Jadi Biang Penyusutan Pasar

 


USDT Tetap Kokoh di Puncak Jadi Penopang Utama Likuiditas--Chat.gpt.ai

 

Berbeda dengan USDT, USDC milik Circle justru bergerak ke arah sebaliknya. Dalam satu minggu, USDC mengalami penurunan 5,44%, setara dengan arus keluar sekitar US$4,19 miliar.

BACA JUGA:Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen Pertahankan Rupiah Awal 2026

BACA JUGA:Bocoran Samsung Galaxy S26 Ultra Jelang Peluncuran, Ini Perkiraan Tampilannya

 

Ini menjadikan USDC sebagai kontributor terbesar terhadap penurunan total pasar stablecoin minggu ini.

Fenomena ini mengingatkan bahwa mekanisme penebusan (redemption) masih menjadi faktor krusial.

Ketika investor mengalihkan dana atau menarik likuiditas, dampaknya langsung terasa—bahkan di stablecoin besar.

Stablecoin Berbasis Imbal Hasil Mulai Dilirik

Menariknya, saat stablecoin konvensional mengalami tekanan, stablecoin sintetis dan berbasis yield justru menunjukkan performa positif.

 

USDe dari Ethena naik 1,51% menjadi US$6,57 miliar

USDS dari Sky tumbuh 0,78% ke US$6,25 miliar


Saat ini, USDT menguasai lebih dari 60% total nilai ekonomi stablecoin.--Chat.gpt.ai

Sementara DAI justru turun tipis 1,21% ke US$4,62 miliar

BACA JUGA:Baru Diresmikan November Lalu, Jembatan Gandus Mulai Retak, Warga Cemas

BACA JUGA:Bocoran Samsung Galaxy S26 Ultra Jelang Peluncuran, Ini Perkiraan Tampilannya

 

Pergerakan ini mencerminkan pergeseran selera investor: bukan sekadar stabil, tapi juga menghasilkan imbal hasil. Stablecoin tak lagi dipandang hanya sebagai alat parkir dana, melainkan instrumen produktif.

Lonjakan Mengejutkan dari Pemain Menengah

Kejutan datang dari segmen menengah.

 

USD1 milik World Liberty Financial melonjak tajam 22,34%, membawa kapitalisasi pasarnya ke US$4,29 miliar bahkan melampaui stablecoin milik raksasa pembayaran global.

 

Di sisi lain, PYUSD dari PayPal tetap tumbuh meski lebih moderat, naik 1,07% menjadi US$3,73 miliar. Sementara USDf dari Falcon Finance ikut menanjak tipis ke US$2,06 miliar.

Artinya jelas: brand besar bukan satu-satunya faktor. Struktur, utilitas, dan kepercayaan pasar kini lebih menentukan.

 

Stablecoin Kecil Ikut Bergerak, Bukan Sekadar Penonton

 

Di lapisan bawah, sejumlah stablecoin juga mencatat pertumbuhan konsisten:

 

USDG (Global Dollar) naik 2,46% ke US$1,52 miliar

RLUSD dari Ripple menguat 0,71% menjadi US$1,42 miliar

BACA JUGA:Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen Pertahankan Rupiah Awal 2026

BACA JUGA:Pasca Dimakamkan, Pelayat Haji Halim Masih Berdatangan

BUIDL milik BlackRock, stablecoin berbasis Treasury AS, nyaris tak berubah di US$1,27 miliar

Ini menandakan bahwa adopsi stablecoin institusional dan berbasis aset dunia nyata masih berjalan stabil—bahkan saat pasar melakukan koreksi.

 

Bintang Mingguan: Stablecoin Yield Meledak 46%

Sorotan utama minggu ini jatuh pada USDY dari Ondo Finance. Stablecoin berbasis imbal hasil dolar AS ini melonjak 46,54%, dengan kapitalisasi pasar mendekati US$1,25 miliar.

 

Lonjakan ini mempertegas tren besar: minat terhadap Treasury AS yang ditokenisasi dan kredit on-chain terus meningkat. Investor tak lagi puas hanya dengan stabilitas—mereka menginginkan efisiensi, transparansi, dan return.

BACA JUGA:Bangkit dari Tidur Panjang 13 Tahun! Whale Bitcoin Senilai Rp1,3 Triliun Mendadak Bergerak

BACA JUGA:Yamaha Fazzio 2026 Hadir dengan Warna Baru, Tampil Lebih Unik dan Ramah Anak Muda

 

Bukan Runtuh, Tapi Berputar Arah

Jika dirangkum, penurunan US$3,3 miliar ini bukan sinyal kehancuran pasar stablecoin. Tidak ada eksodus besar, tidak ada krisis kepercayaan.

 

Yang terjadi adalah rotasi modal dari stablecoin tradisional ke aset yang menawarkan imbal hasil, struktur baru, dan narasi masa depan.

 

Pasar memang sedikit lebih ramping dibanding pekan lalu. Tapi jauh dari rapuh. Justru di sinilah terlihat bahwa ekosistem stablecoin semakin matang, adaptif, dan selektif.

Stablecoin tidak sedang mati.

Mereka sedang berevolusi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: bitcoin.com