Permintaan Ban Meningkat, Harga Karet Sumsel Ikut Melonjak Naik
Permintaan ban meningkat, harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) turut melonjak naik mengacu pada bursa Singapura.-Hafid Zainul-PALTV
PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Harga karet di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menunjukkan tren kenaikan seiring meningkatnya permintaan industri ban.
Secara nasional, harga karet mengacu pada bursa Singapura dan saat ini berada di level yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Karet Indonesia Sumatera Selatan (Sekjen Apkarindo Sumsel), Rudi Arpian mengatakan, harga karet global kini mengalami penguatan.
Jika sepanjang tahun 2024 harga karet berada di kisaran 1,5 Dolar Amerika Serikat per kilogram, saat ini telah naik hingga mencapai 1,8 Dolar Amerika Serikat per kilogram.
BACA JUGA:Buka Rekening? Simak Saldo Minimum Tabungan Bank Nasional Terbaru
BACA JUGA:Tetap Elegan Sepanjang Masa, Tren Gelang Emas Berlian yang Bersinar di 2026

Rudi Arpian, Sekjen Apkarindo Sumsel, Selasa (20/1/2026).-Hafid Zainul-PALTV
“Untuk Provinsi Sumatera Selatan, harga karet ini secara nasional mengacu pada harga Singapura. Saat ini trennya naik, dari sebelumnya 1,5 Dolar menjadi sekitar 1,8 Dolar per kilogram,” kata Sekjen Apkarindo Sumsel Rudi Arpian pada hari Selasa, 20 Januari 2026.
Menurutnya, kenaikan harga tersebut dipicu oleh tingginya permintaan, sementara produksi karet masih stagnan.
Permintaan terbesar datang dari industri ban, khususnya seiring berkembangnya kendaraan listrik.
“Permintaan dari pabrik ban cukup tinggi. Pada kendaraan listrik, karet tidak hanya digunakan sebagai ban, tetapi juga sebagai peredam dan komponen teknis yang membutuhkan pembalut karet,” ujarnya.
BACA JUGA:Bitcoin Ambruk Tiba-Tiba! US$680 Juta Ludes dalam Hitungan Jam, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
BACA JUGA:UPDATE Kurs BI 20 Januari 2026! Dolar AS Sentuh Rp17.019,67, Rupiah Masih Tertekan?

Kenaikan harga karet dipengaruhi permintaan industri ban seiring berkembangnya kendaraan listrik.-Hafid Zainul-PALTV
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: paltv
