Air Surut Tinggalkan Sampah, Warga Bantaran Sungai Musi Resah
Warga resah sampah bantaran Sungai Musi saat air sungai surut, --Foto : Suryadi - PALTV
PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Warga yang bermukim di kawasan pinggiran Sungai Musi, tepatnya di Jalan Ki Gede Ing Suro, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Kota Palembang, mengeluhkan kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan akibat tumpukan sampah yang ditinggalkan saat air sungai mulai surut.
Sampah-sampah tersebut terbawa arus Sungai Musi ketika air pasang dan kemudian mengendap serta berserakan di sekitar permukiman warga.
Setiap kali air Sungai Musi pasang, berbagai jenis sampah mulai dari plastik rumah tangga, botol bekas, styrofoam, hingga potongan kayu hanyut mengikuti arus.
Namun ketika air kembali surut, sampah-sampah tersebut tidak ikut terbawa kembali, melainkan tertinggal di bantaran sungai, kolong rumah warga, hingga ke jalan setapak yang sehari-hari digunakan masyarakat. Kondisi ini tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menimbulkan bau tidak sedap serta berpotensi menimbulkan berbagai penyakit.
BACA JUGA:Penataan Parkir Liar Jadi Fokus Dishub Kota Palembang
BACA JUGA:Desain Bodi Lebih Agresif, SUV Nissan Terbaru Tampil Maskulin dan Futuristik
Sampah Mengendap Saat Air Sungai Musi Surut--Foto : Suryadi - PALTV
Firdaus salah satu warga setempat mengaku permasalahan ini sudah berlangsung cukup lama dan semakin terasa dalam beberapa bulan terakhir, terutama saat intensitas pasang surut Sungai Musi meningkat.
Ia harus membersihkan sampah secara mandiri agar tidak menumpuk dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, upaya tersebut dinilai tidak efektif karena sampah akan kembali datang setiap kali air pasang.
Selain mencemari lingkungan, tumpukan sampah juga dikhawatirkan dapat mejadi sumber penyakit. Anak-anak yang bermain di sekitar sungai pun rentan terpapar dampak kesehatan akibat lingkungan yang kotor dan tercemar. Warga berharap ada perhatian lebih dari pihak terkait untuk mengatasi persoalan ini secara berkelanjutan.
Masyarakat di Jalan Ki Gede Ing Suro berharap pemerintah kota dan instansi terkait dapat menyediakan solusi nyata, seperti peningkatan pengelolaan sampah sungai, pemasangan jaring penahan sampah, serta pengangkutan sampah secara rutin di kawasan bantaran Sungai Musi. Selain itu, edukasi kepada masyarakat luas mengenai pentingnya tidak membuang sampah ke sungai juga dinilai sangat penting agar permasalahan serupa tidak terus berulang.
BACA JUGA:Tumbangkan PSPS Pekanbaru di Kandang, Sumsel United Naik ke Posisi Dua Klasemen
BACA JUGA:Banjir Landa Desa Tebing Sulu OKI, Brimob Polda Sumsel Evakuasi Warga

Firdaus salah satu warga setempat mengaku permasalahan ini sudah berlangsung cukup lama dan semakin terasa dalam beberapa bulan terakhir, terutama saat intensitas pasang surut Sungai Musi meningkat.--Foto : Suryadi - PALTV
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: paltv.co.id
