Bukit Asam PT. BA

Bukan Pindang Biasa! Ini Rahasia Kelezatan Pindang Ikan Salai Khas Banyuasin Sumsel

Bukan Pindang Biasa! Ini Rahasia Kelezatan Pindang Ikan Salai Khas Banyuasin Sumsel

kuliner khas Banyuasin Sumsel pindang ikan salai--foto: chat gpt

PALTV.CO.ID- Aroma asap yang khas seketika menyeruak saat semangkuk Pindang Ikan Salai Khas Banyuasin disajikan di atas meja.

Hidangan ini bukan sekadar kuliner biasa, melainkan warisan turun-temurun yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Berbeda dengan pindang pada umumnya yang menggunakan ikan segar, menu ini mengandalkan proses pengasapan tradisional untuk menghasilkan cita rasa yang mendalam dan tekstur daging yang unik.

Keunikan Pindang Ikan Salai Khas Banyuasin terletak pada perpaduan sempurna antara rasa asam, pedas, dan gurih yang meresap hingga ke serat daging ikan.

Ikan yang digunakan biasanya adalah ikan sungai seperti patin, baung, atau gabus yang telah melalui proses pengasapan selama berjam-jam. Proses "salai" inilah yang memberikan warna kecoklatan yang eksotis serta aroma smoky yang menjadi pembeda utama dengan varian pindang lainnya di Sumatera Selatan.

BACA JUGA:SUV Nissan 2026 Hadir dengan Teknologi Head-Up Display Canggih

Bagi para pelancong yang melintasi jalur lintas timur, menikmati Pindang Ikan Salai Khas

Banyuasin adalah sebuah kewajiban kuliner. Kuahnya yang bening namun kaya rempah, ditambah dengan potongan nanas segar dan kemangi, memberikan sensasi segar yang mampu membangkitkan selera makan.

Tak heran jika hidangan ini selalu menjadi incaran utama bagi siapa saja yang ingin merasakan autentisitas masakan Bumi Sedulang Setudung. Proses Pengasapan yang Menentukan Rasa Kunci utama dari kelezatan kuliner ini ada pada pemilihan bahan baku.

Ikan salai yang digunakan tidak boleh sembarangan. Ikan harus benar-benar kering melalui pengasapan alami menggunakan kayu bakar tertentu agar aromanya tidak getir.

Proses ini bisa memakan waktu seharian penuh untuk memastikan kadar air dalam ikan berkurang secara maksimal, sehingga daging ikan menjadi lebih awet dan memiliki tekstur yang kenyal saat dimasak kembali dalam kuah pindang.

Bumbu-bumbu yang digunakan pun sangat lokal, mulai dari lengkuas, kunyit, jahe, hingga terasi pilihan.

Semua bumbu diiris atau digeprek, bukan dihaluskan, guna menjaga kejernihan kuah. Penambahan asam jawa atau buah ranti (tomat kecil) memberikan tingkat keasaman yang pas untuk menyeimbangkan rasa gurih dari protein ikan.


rahasia kelezatan pindang ikan salai khas Banyuasin Sumsel--Foto: [email protected]

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: berbagai sumber