Pertamina EP Zona 4 Cetak Rekor Pengeboran Terdalam, Tembus 769 Meter di Bawah Tanah
Pertamina EP Zona 4 mencetak rekor pengeboran CwD terdalam di Indonesia, dorong efisiensi, keselamatan, dan kemandirian energi nasional.-Ruzi-PALTV
PALTV.CO.ID - PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 mencetak rekor pengeboran onshore terdalam menggunakan teknik Casing while Drilling (CwD).
Tim Drilling and Well Intervention (DWI) PEP Zona 4 berhasil melakukan pengeboran dengan kedalaman 769,38 meter di wilayah kerja PEP Adera Field.
Pencapaian ini menjadi pengeboran dengan teknik CwD terdalam di Indonesia. Sebelumnya, rekor pengeboran CwD terdalam dipegang PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) di wilayah kerja PHSS Semberah dengan kedalaman 766 meter.
Casing While Drilling (CwD) memungkinkan proses pengeboran dan pemasangan pipa pelindung (casing) dilakukan secara bersamaan. Metode ini menggantikan cara konvensional yang selama ini dilakukan secara terpisah.
BACA JUGA:Pencari Kerja di OKI Meningkat 15 Persen Sepanjang Tahun 2025
BACA JUGA:Menjaga Keamanan Hari Natal Polrestabes Palembang Siagakan 808 Pesonel
Tim Drilling PEP Zona 4 saat operasi pengeboran terdalam-Ruzi-PALTV
Teknik CwD tak hanya menghasilkan pengeboran yang lebih dalam, tetapi juga memangkas waktu pengeboran hingga 30–40 persen, menekan potensi kehilangan sirkulasi lumpur (lost circulation), serta meningkatkan stabilitas lubang bor.
Penerapan teknologi CwD ini menjadi bukti nyata dukungan Pertamina terhadap agenda pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia, terutama dalam transformasi ekonomi berbasis nilai tambah dan industri hijau.
Teknologi CwD menekan penggunaan energi dan material bor, mendukung operasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Selain itu, efisiensi waktu pengeboran berkontribusi langsung pada peningkatan produksi migas domestik, mempercepat pasokan energi nasional, serta mengurangi ketergantungan impor.
“Metode ini memberi nilai tambah signifikan bagi perusahaan dan negara. Kami dapat bekerja lebih cepat, lebih aman, dan dengan biaya lebih efisien tanpa mengorbankan integritas dan keselamatan,” kata General Manager PEP Zona 4 Djudjuwanto.
BACA JUGA:H-1 Natal, Arus Kendaraan di Jalur Palembang–Betung Meningkat, Sejumlah Titik Sempat Macet
BACA JUGA:Realisasi Investasi Sumsel Tembus Rp49,82 Triliun, Lampaui Target 2025
Terobosan teknologi pengeboran ini menjadi simbol kemajuan efisiensi, keselamatan, dan inovasi sektor hulu migas nasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: paltv.co.id
