Paltv Night Run

Galaxy S26 Andalkan Keamanan Berbasis AI untuk Lindungi Data Pengguna

Galaxy S26 Andalkan Keamanan Berbasis AI untuk Lindungi Data Pengguna

teknologi baterai baru Galaxy S26 efisiensi daya 20 persen--Foto: gadgetdiva.id

PALTV.CO.ID- Samsung kembali memperkuat posisinya sebagai pelopor teknologi mobile dengan menghadirkan sistem keamanan berbasis AI pada Galaxy S26

Di tengah meningkatnya ancaman digital seperti phishing, malware, pencurian identitas, hingga akses ilegal melalui aplikasi berbahaya, Samsung memahami bahwa keamanan bukan lagi fitur tambahan—melainkan kebutuhan utama setiap pengguna. 

Karena itu, Galaxy S26 dibekali mekanisme proteksi yang jauh lebih pintar, adaptif, dan proaktif dibanding generasi sebelumnya.

Keamanan berbasis AI pada Galaxy S26 bekerja melalui sistem yang disebut Samsung Knox AI Defense. Teknologi ini menggabungkan perlindungan hardware dan software yang selalu aktif mengawasi aktivitas perangkat. 

Berbeda dengan keamanan tradisional yang hanya merespons saat ancaman terdeteksi, sistem AI ini mampu memprediksi pola yang mencurigakan sebelum ancaman berkembang menjadi serangan nyata.

BACA JUGA:Antusias Pendaftar PALTV Night Run Festival 2025 Meningkat di Taki Coffee and Eatery

Salah satu keunggulan utama dari AI Defense adalah kemampuannya mempelajari kebiasaan pengguna. Misalnya, jika ponsel mendeteksi aplikasi mencoba mengakses data sensitif pada waktu atau cara yang tidak biasa, sistem secara otomatis memblokir akses tersebut. 

Di sisi lain, pengguna akan menerima notifikasi lengkap tentang aktivitas yang dianggap janggal. Dengan pendekatan ini, Galaxy S26 bukan hanya melindungi data, tetapi juga melatih diri untuk menjadi semakin presisi dalam membaca ancaman.

Samsung juga meningkatkan sistem deteksi malware real-time. AI pada Galaxy S26 mampu menelusuri ribuan pola ancaman dalam hitungan detik. 

Bahkan aplikasi yang terlihat normal, tetapi menyimpan kode berbahaya di dalamnya, dapat segera diisolasi sebelum sempat berjalan. Dengan perlindungan berlapis ini, pengguna tidak perlu lagi mengunduh aplikasi keamanan pihak ketiga.

Keamanan biometrik juga mengalami pembaruan besar. Sensor sidik jari ultrasonik generasi terbaru kini mampu mengenali tekstur kulit dan pola unik pengguna secara lebih akurat, sehingga sulit dipalsukan.


Kendali perangkat smart home dengan Galaxy S26--foto: chat gpt

Selain itu, AI turut mempelajari kebiasaan membuka kunci ponsel, memastikan hanya pemilik asli yang bisa mengakses perangkat meski sidik jari dalam kondisi sulit seperti tangan basah atau kulit lecet.

Fitur Secure AI Call Protection di Galaxy S26 juga menjadi sorotan. Melalui teknologi pemrosesan bahasa alami, ponsel kini dapat mendeteksi potensi penipuan telepon dan phishing lewat percakapan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: berbagai sumber