Kasus Pertamax Oplosan Buat Masyarakat di Palembang Khawatir

Salah satu SPBU di jakabaring kota palembang-Foto/Ekky Saputra-PALTV
PALEMBANG, PALTV.CO.ID- Adanya kasus bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax di oplos dengan BBM subsidi jenis pertalite, menyebabkan kerugian negara hingga 193,7 triliun rupiah.
Menanggapi hal tersebut, salah satu warga Budianto mengatakan, penggunaan BBM jenis pertamax lantaran, antrian pada saat mengisi di spbu lebih cepat jika dibandingan dengan BBM subsidi jenis Pertalite.
Namun dengan adanya kasus BBM oplosan jenis pertamax menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, untuk menggunakan BBM jenis Pertamax.
BACA JUGA:Tampil Berkelas! Grand Filano Hybrid Kini dengan Warna Baru yang Memukau
BACA JUGA:Volkswagen ID.BUZZ Hadir dengan Varian LWB Terbaru, Intip Spesifikasinya
"Untuk di palembang ini kalo bisa lebih di perketat biar kita tidak terkena imbasnya, harapannya di Palembang ini tidak terjadi juga, meski ada kehawatiran di masyarakat" kata Budianto, warga kota Palembang
warga Budianto-Foto/Ekky Saputra-PALTV
Sementara itu, Epriyansyah, pengawas SPBU Jakabaring mengatakan setiap BBM yang masuk ke SPBU, khususnya BBM jenis pertamax selalu dilakukan pengecekan dengan pemeriksaan kualitas BBM sesuai dengan standar dan spesifikasi yang ditetapkan pemerintah yakni ROM 92.
Epriyansyah, pengawas SPBU Jakabaring -Foto/Ekky Saputra-PALTV
"Kita disini setiap BBM masuk selalu kita cek dengan penyesuaian kualitas kemudian kita lakukan tes sebelum pembongkaran sesuai dengan standar, jadi kalo bbm tidak sesuai kualitasnya bisa kita tolak" kata Epriyansyah, pengawas SPBU Jakabaring.
Menurut Epriyansyah, hingga saat ini belum ada pengaduan dan keluhan dari pengguna bbm jenis pertamax, selain itu dengan adanya kasus BBM pertamax oplosan belum mempengaruhi pengisian BBM pertamax di SPBU Jakabaring.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: