Museum Taman Prasasti Jakarta dan Pesonanya yang Tak Tergantikan

Museum Taman Prasasti Jakarta dan Pesonanya yang Tak Tergantikan

Museum Taman Prasasti Jakarta dan Pesonanya yang Tak Tergantikan--Foto : Instagram@bubbleebear

PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Bagi mereka yang mencari pengalaman wisata yang tak hanya sekadar menyenangkan tetapi juga memberi wawasan mendalam tentang sejarah dan budaya, Museum Taman Prasasti Jakarta adalah tempat yang tak boleh dilewatkan.

Terletak di Jalan Tanah Abang No.1, museum ini bukan sekadar gudang koleksi prasasti dan nisan kuno, tetapi juga merupakan jendela yang membuka diri pada masa lalu yang kaya akan cerita dan peninggalan.

Jika kita ingin memahami keunikan sebuah tempat, seringkali kita harus menggali akar sejarahnya. Begitu pula dengan Museum Taman Prasasti Jakarta. Tempat ini bukanlah ciptaan spontan, tetapi bermula dari sebuah pemakaman umum yang bernama Kebon Jahe Kober pada tahun 1795.

Luasnya mencapai 5,5 hektar, dan di sana ditempatkan makam-makam dari berbagai kalangan masyarakat.

BACA JUGA: 5 Fakta Menarik tentang Lawar, Kuliner Khas Bali yang Menjadi Warisan Budaya Indonesia


Museum Taman Prasasti bukanlah sekadar sekumpulan batu nisan dan prasasti kuno, --Foto : Instagram@bubbleebear

Pada awalnya, pemakaman ini dimaksudkan untuk menggantikan kuburan yang sudah mulai penuh di samping Gereja Nieuw Hollandsche Kerk. Namun, seiring berjalannya waktu, lahan ini menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Jakarta.

Pada 9 Juli 1977, lahan Kebon Jahe Kober diubah menjadi museum dan dibuka untuk umum. Itulah awal mula lahirnya Museum Taman Prasasti yang kita kenal saat ini.

Museum Taman Prasasti bukanlah sekadar sekumpulan batu nisan dan prasasti kuno, melainkan perpaduan antara seni, sejarah, dan keunikan budaya. Salah satu daya tarik utamanya adalah koleksi prasasti nisan kuno yang tersebar di seluruh museum.

Dari prasasti yang terbuat dari batu alam hingga marmer dan perunggu, setiap satu memiliki cerita dan nilai sejarah yang tak ternilai.

BACA JUGA:Rahasia Lezat dan Pedas Nasi Tepeng, Menu Sarapan Khas Gianyar Bali

Namun, keunikannya tidak berhenti di situ. Museum ini juga menampilkan miniatur makam khas dari berbagai provinsi di Indonesia, memberikan gambaran visual tentang keberagaman budaya dan arsitektur makam di seluruh nusantara.

Selain itu, koleksi kereta jenazah antik juga menjadi daya tarik tersendiri yang menghadirkan nuansa masa lalu yang kental.

Di balik setiap batu nisan dan prasasti yang terpajang, terdapat pelajaran berharga yang bisa kita petik, antara lain yaitu:

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber