Kondisi Pasar 2 Ulu Dikeluhkan Warga, Kumuh dan Picu Kemacetan

Kondisi Pasar 2 Ulu Dikeluhkan Warga, Kumuh dan Picu Kemacetan

Deretan pedagang Pasar 2 Ulu yang berjualan hingga memakan badan jalan dan memicu kemacetan.--Foto : Suryadi - PALTV

PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Beginilah suasana kawasan Pasar 2 Ulu yang berada di sepanjang Jalan Faqih Usman hingga Jalan Walikota Haji Husni, Kecamatan Seberang Ulu Satu, Kota PALEMBANG.

Aktivitas jual beli yang berlangsung setiap hari tampak begitu padat dengan deretan pedagang yang berjualan di bahu jalan hingga memakan sebagian badan jalan. Kondisi ini pun menjadi keluhan warga sekitar maupun para pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.

Maraknya pedagang yang berjualan tanpa penataan yang jelas membuat kawasan Pasar 2 Ulu terkesan kumuh dan jorok. Sampah sisa aktivitas pasar terlihat berserakan di sejumlah titik, mulai dari sisa sayuran, plastik, hingga limbah pasar lainnya.

Selain mengganggu pemandangan, kondisi ini juga menimbulkan bau tidak sedap yang dikeluhkan warga sekitar.

BACA JUGA:Harga Emas di Palembang Meroket, Nyaris Rp18 Juta

BACA JUGA:Arsenal Disebut 'Tim Terbaik Dunia' Namun Masalah Mental dan Gugup Masih Menghantui


Aktivitas jual beli yang berlangsung setiap hari tampak begitu padat dengan deretan pedagang yang berjualan di bahu jalan--Foto : Suryadi - PALTV

Tak hanya persoalan kebersihan, keberadaan pasar yang memadati ruas jalan juga kerap memicu kemacetan lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk di pagi hari. Kendaraan yang melintas harus memperlambat laju karena sebagian jalan digunakan pedagang untuk berjualan, ditambah dengan aktivitas bongkar muat barang yang semakin memperparah kemacetan.

Menurut Rohma, selaku ibu RT 07 Kelurahan 2 Ulu, kondisi pasar tersebut sudah lama menjadi perhatian warga. Ia menilai kawasan Pasar 2 Ulu terkesan kumuh dan jorok karena tidak adanya tempat pembuangan limbah pasar serta fasilitas tempat pembuangan sampah yang memadai.


Para pedagang membuang sampah sembarangan di pinggir jalan maupun saluran air.--Foto : Suryadi - PALTV

Akibatnya, para pedagang membuang sampah sembarangan di pinggir jalan maupun saluran air.

“Karena tidak ada tempat pembuangan sampah dan limbah pasar, pedagang akhirnya membuang sampah seenaknya. Ini jelas mengganggu kebersihan lingkungan dan kenyamanan warga,” ujar Rohma, Kamis (29/1/2026).

BACA JUGA:Imut Maksimal! Inspirasi Perhiasan Emas Anak yang Aman dan Bikin Gemas

BACA JUGA:Disdukcapil Tekankan Penggunaan Anggaran Rp275 Juta Multimedia 2025 Sesuai Regulasi

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: paltv.co.id