Bukit Asam PT. BA

Peternak Unggas Dapat Angin Segar, Bulog Salurkan Jagung SPHP Murah

Peternak Unggas Dapat Angin Segar, Bulog Salurkan Jagung SPHP Murah

Bulog salurkan jagung SPHP murah untuk peternak--foto: chat gpt

PALTV.CO.ID- Perum Bulog mulai menyalurkan jagung pakan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebagai upaya menekan lonjakan harga jagung yang selama ini membebani peternak unggas

Total jagung yang disiapkan dalam program ini mencapai 240 ribu ton dan akan didistribusikan ke berbagai sentra peternakan di seluruh Indonesia.

Penyaluran jagung SPHP ini telah dimulai sejak akhir pekan lalu. 

Distribusinya difokuskan pada daerah-daerah sentra peternakan ayam dan peternakan lainnya yang terdampak kenaikan harga pakan. 

Program ini menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga bahan baku pakan yang sebelumnya mengalami kenaikan cukup signifikan dan berdampak langsung pada biaya produksi peternak.

Dalam pelaksanaannya, jagung SPHP dijual dengan harga Rp5.500 per kilogram, sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. 

BACA JUGA:Jangan Salah! Ini Teknik Aman Mengendarai Mobil Matic di Tanjakan Curam

Harga tersebut diharapkan dapat memberikan keringanan bagi peternak, terutama skala mikro, kecil, dan menengah yang paling rentan terhadap fluktuasi harga pakan. 

Dengan adanya harga yang lebih stabil dan terjangkau, peternak diharapkan dapat menjaga keberlanjutan usaha mereka.

Selain penyaluran jagung SPHP, Bulog juga mencatat capaian penting dalam penyerapan jagung nasional tahun ini. 

Sampai saat ini, total penyerapan jagung telah mencapai hampir 300 ribu ton dan menjadi salah satu pencapaian tertinggi dalam sejarah Indonesia. 

Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berada di sekitar 102 ribu ton.

Peningkatan serapan ini tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. 

Stok jagung yang lebih besar dinilai penting untuk memastikan pasokan bahan pakan tetap stabil, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan dari sektor peternakan unggas yang terus berkembang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: berbagai sumber