Harga Bitcoin Ambles Dipicu Ketegangan AS-Iran, Pasar Kripto Global Tertekan
Harga bitcoin ambles dipicu ketegangan antara Amerika Serikat (AS)-Republik Islam Iran, pasar kripto global tertekan.--ChatGPT Image
BACA JUGA:Gedung Sekolah dan Gereja Maranatha Palembang Terbakar, 3 Orang Sesak Nafas
BACA JUGA:Moto Pad 2026 Masuk Segmen Mid-Range Premium, Tawarkan Performa Seimbang dan Fitur Modern

Bitcoin sempat menyentuh level tertinggi dalam 10 pekan di posisi US$ 78.400 pada Jumat sebelumnya.--ChatGPT Image
Sementara itu, data dari CoinGlass mencatat adanya tekanan besar pada posisi long ketika harga Bitcoin terkoreksi.
Dalam 24 jam terakhir, total likuidasi di pasar kripto mencapai sekitar US$ 260 juta, mencerminkan tingginya volatilitas dan risiko di pasar.
Dari sisi teknikal, pergerakan Bitcoin masih tertahan di area resistance penting. Analis pasar Daan Crypto Trades menyoroti adanya potensi gap pada kontrak berjangka Bitcoin di CME Group, yang kerap menjadi magnet harga dalam jangka pendek saat perdagangan kembali dibuka.
Di sisi lain, analis Rekt Capital menekankan pentingnya level rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 21 pekan di kisaran US$ 78.900.
BACA JUGA:CFN Resmi Diluncurkan Pemkot Palembang, Jadi Destinasi Rekreasi dan Penggerak Ekonomi Rakyat
BACA JUGA:Tanpa Kompromi, Lapas di OKU Selatan Deklarasikan Perang terhadap Narkoba dan HP Ilegal
Saat ini, Bitcoin dinilai gagal menembus level tersebut, yang membuka peluang terjadinya koreksi lanjutan.
Jika tekanan jual terus berlanjut, Bitcoin berpotensi kembali menguji area support di kisaran US$ 73.000 dalam waktu dekat.
Kondisi ini menegaskan bahwa pergerakan pasar kripto masih sangat dipengaruhi oleh dinamika global, khususnya perkembangan geopolitik yang sulit diprediksi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: berbagai sumber

