Bitcoin Rebound ke Level US$65.408, Sinyal Pemulihan atau Sekadar Relief Rally?
Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan pergerakan positif setelah beberapa pekan berada dalam tekanan.--chatgpt image
BACA JUGA:Kemenkum Sumsel dan Pemkab Ogan Ilir Sepakat Perkuat Posbankum dan Harmonisasi Regulasi Daerah
BACA JUGA:Mahindra Scorpio Pick Up untuk Sektor Pertanian: Kendaraan Tangguh Penopang Produktivitas Petani
Di balik penguatan harian, performa Bitcoin dalam 30 hingga 90 hari terakhir masih mencatatkan tren negatif. Dalam 30 hari, BTC terkoreksi sekitar 25 persen.
Dalam 60 hari, penurunan mencapai 25,22 persen, sementara dalam 90 hari koreksi melebar hingga 28,20 persen.
Penurunan lebih dari seperempat nilai dalam tiga bulan mengindikasikan pasar masih berada dalam fase konsolidasi besar atau bahkan tren turun menengah.
Karena itu, sebagian pelaku pasar melihat kenaikan kali ini sebagai relief rally—kenaikan sementara di tengah tren pelemahan—bukan pembalikan arah jangka panjang.
Jarak dari Rekor Tertinggi
Saat ini, harga Bitcoin masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) di US$126.198,07. Artinya, posisi harga terkini masih terkoreksi hampir 50 persen dari puncaknya.
BACA JUGA:BIDIKSIBA 2026 Resmi Dibuka, PTBA Siapkan Beasiswa Kuliah untuk Generasi Muda di Wilayah Operasional
BACA JUGA:Stok Beras Menumpuk, Komisi IV DPR RI Minta Bulog Segera Distribusikan
Terdapat dua skenario yang menjadi perhatian pelaku pasar. Pertama, skenario rebound bertahap apabila BTC mampu bertahan di atas US$65.000 dan menembus area resistance US$66.500–US$67.000.

Secara fundamental, kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran US$1,307 triliun--chatgpt image
Jika skenario ini terkonfirmasi, peluang menuju US$70.000 kembali terbuka.
Sebaliknya, apabila harga gagal mempertahankan support di kisaran US$62.500, tekanan jual berpotensi menyeret BTC kembali ke area psikologis US$60.000.
Struktur Pasokan dan Dominasi Pasar
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: berbagai sumber

