Bukit Asam PT. BA

Kepercayaan Investor Goyah, Pasar Modal Dipaksa Berbenah Total

Kepercayaan Investor Goyah, Pasar Modal Dipaksa Berbenah Total

Pasar modal Indonesia tengah menghadapi masa yang tidak mudah.--chatgpt image

BACA JUGA:Pemkot Palembang Upayakan Stabilitas Harga Sembako Jelang Ramadhan

Di sisi lain, praktik spekulasi berlebihan turut memperburuk citra bursa. Saham-saham berisiko tinggi kerap melonjak tajam dalam waktu singkat tanpa didukung fundamental perusahaan.

Tidak lama kemudian, harga kembali merosot drastis, meninggalkan kerugian besar bagi investor ritel. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran bahwa pengawasan belum berjalan optimal.

Ketika aturan tidak ditegakkan secara konsisten, pelaku pelanggaran tidak merasakan efek jera, sehingga kepercayaan investor semakin terkikis.

Padahal, kepercayaan merupakan fondasi utama pasar modal.

Tanpa rasa aman dan kepastian hukum, investor cenderung menahan diri atau memindahkan dananya ke pasar yang dianggap lebih transparan.

Arus modal asing bisa keluar dengan cepat, sementara investor domestik memilih bersikap hati-hati. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku pasar, tetapi juga oleh perekonomian secara luas karena perusahaan kesulitan memperoleh pendanaan untuk ekspansi usaha.

BACA JUGA:SMP IGS Palembang Raih Juara Tiga LBP SMP Sumsel 2026

BACA JUGA:iPhone 17 Pro vs HP Storage Besar: Duel Penyimpanan di Era Digital

Menyadari tantangan tersebut, otoritas dan pengelola bursa mulai melakukan berbagai langkah pembenahan.

Keterbukaan informasi ditingkatkan melalui kewajiban pelaporan yang lebih rinci dan tepat waktu. Aturan mengenai kepemilikan saham publik diperketat agar likuiditas lebih sehat.


Sorotan justru mengarah pada persoalan mendasar yang dinilai telah lama mengakar.--chatgpt image

Selain itu, pengawasan terhadap transaksi mencurigakan diperkuat dengan pemanfaatan teknologi pemantauan perdagangan.

Upaya ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem investasi yang lebih kredibel dan berintegritas.

Namun, pelaku pasar menilai bahwa kebijakan di atas kertas saja tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah implementasi nyata dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: berbagai sumber