Bukit Asam PT. BA

Rupiah Sedikit Menguat, BI Catat Kurs Dolar di Kisaran Rp16.700–Rp16.800

Rupiah Sedikit Menguat, BI Catat Kurs Dolar di Kisaran Rp16.700–Rp16.800

rupiah bergerak di kisaran Rp16.700 hingga Rp16.800 per dolar AS pada Selasa, 3 Februari 2026.--Freepik.com

BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Sumsel Matangkan Strategi Kinerja Divisi P3H Tahun 2026

BACA JUGA:Kemenkum Sumsel Dorong Pengajuan Indikasi Geografis Kain Songket Palembang

Sementara itu, kurs BI disusun berdasarkan rata-rata transaksi yang telah diverifikasi dan dirilis pada waktu tertentu setiap hari kerja.

Oleh karena itu, selisih antara kurs pasar, kurs BI, dan kurs di perbankan dapat terjadi akibat faktor spread, biaya transaksi, serta kebijakan masing-masing bank.

 Penguatan rupiah di awal Februari ini juga tidak terlepas dari sikap hati-hati investor global terhadap perkembangan ekonomi Amerika Serikat.

Pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve, serta rilis data ekonomi yang berpotensi memengaruhi pergerakan dolar AS secara global.


pergerakan yang relatif stabil dengan kecenderungan menguat pada perdagangan awal Februari.--Freepik.com

Ketika dolar AS cenderung melemah di pasar internasional, mata uang negara berkembang seperti rupiah memiliki ruang untuk menguat.

 BACA JUGA:Tesla Kehilangan Mahkota, BYD Resmi Jadi Raja Baru Mobil Listrik Dunia

BACA JUGA:Mayoritas TKA di Sumsel Berasal dari China, Terbanyak di Muara Enim

Dari sisi domestik, stabilitas ekonomi dan komitmen Bank Indonesia dalam menjaga nilai tukar rupiah turut memberikan kepercayaan bagi pasar.

BI secara konsisten menegaskan akan berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar sesuai dengan fundamental ekonomi. Langkah ini dinilai efektif dalam meredam volatilitas berlebihan di pasar valuta asing.

 Meski demikian, pelaku usaha dan masyarakat tetap diimbau untuk mencermati perkembangan nilai tukar secara berkala.

Nilai tukar rupiah masih berpotensi mengalami fluktuasi seiring dinamika global, termasuk perkembangan geopolitik, harga komoditas, serta arus modal asing.

Bagi importir dan eksportir, pergerakan kurs dolar memiliki dampak langsung terhadap biaya dan pendapatan usaha.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: berbagai sumber