Update Kurs Dolar AS Hari Ini: Rupiah Masih Di Level Rp 16.700–16.800
kurs jual USD tercatat Rp 16.869,93, sedangkan kurs beli berada di Rp 16.702,07 per satu dolar AS.--Freepik.com
Dampak terhadap Ekonomi & Publik
Nilai tukar yang relatif lemah ini berpotensi berdampak lebih luas pada ekonomi Indonesia.
Pelaku usaha yang bergantung pada impor akan merasakan biaya yang lebih tinggi untuk membayar barang dan jasa dari luar negeri, sementara konsumen dapat melihat dampaknya melalui harga barang impor yang lebih mahal.

sedangkan kurs beli berada di Rp 16.702,07 per satu dolar AS. --Freepik.com
Di sisi lain, sektor ekspor mungkin mendapat keuntungan kompetitif bila produk Indonesia menjadi relatif lebih murah di pasar global.
Beberapa analis juga memperingatkan bahwa pelemahan nilai tukar jangka panjang dapat memicu aliran modal keluar, yang pada gilirannya dapat berdampak pada pasar modal dan cadangan devisa negara.
Namun, para pengamat percaya bahwa langkah-langkah kebijakan yang hati-hati dari otoritas dapat membantu mengurangi tekanan jangka panjang pada rupiah.
BACA JUGA:Pastikan Standar K3 Optimal Untuk Lindungi Pekerja Operasional, KAI Divre III Gandeng PJK3
BACA JUGA:Diikuti 1.954 Peserta, PUSRI OPEN SCHOOL 2026 Berlangsung Meriah
Melihat data dan analisis saat ini, kurs rupiah diperkirakan akan tetap berada di lingkungan rentang yang sama dalam waktu dekat, yakni sekitar Rp 16.600–17.000 per USD, bergantung pada arah data ekonomi global, kebijakan suku bunga AS, serta respons kebijakan domestik dari Bank Indonesia dan pemerintah Indonesia.
Investasi asing yang lebih besar, kebijakan fiskal yang kuat, serta stabilitas politik dan ekonomi bisa membantu mendorong rupiah lebih kuat. Sementara itu, jika dolar AS kembali menguat atau jika ada gejolak pasar global, rupiah mungkin akan terus berjuang untuk menemukan titik stabil jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: berbagai sumber
