BACA JUGA:Seorang Tak Pernah Salat Tapi Masuk Surga, Simak Kisahnya!
BACA JUGA:Drakor Terbaru yang Tayang Bulan Agustus 2023! Begini Ringkasan Ceritanya
Meskipun pertumbuhan pembiayaan P2P lending melambat, angka tersebut masih jauh melebihi pertumbuhan kredit yang diberikan oleh industri perbankan. Pertumbuhan kredit bank hanya sebesar 9,39% secara tahunan.
Namun demikian, dari segi nilai, total pembiayaan dari P2P lending masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan total kredit yang diberikan oleh industri perbankan. Hingga bulan Mei 2023, total kredit yang diberikan oleh bank mencapai Rp 6.577 triliun, sementara total pembiayaan dari P2P lending hanya mencapai Rp 51,46 triliun.
Meskipun P2P lending menunjukkan pertumbuhan dalam angka dua digit, industri ini juga menghadapi masalah peningkatan jumlah kredit macet atau tingkat wanprestasi (TWP) 90.
TWP90 mengacu pada pembiayaan yang tidak dilunasi lebih dari 90 hari setelah jatuh tempo oleh peminjam.
Hingga bulan Mei 2023, tingkat TWP90 mencapai 3,36%, naik sebanyak 54 basis poin (bps) dibandingkan bulan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, kenaikan ini mencapai 108 bps.
Meskipun TWP90 pada bulan Mei 2023 masih berada dalam batas yang diterima dengan baik, yaitu di bawah 5% yang ditetapkan oleh OJK, Ogi menyatakan bahwa kondisi ini mengingatkan pada periode awal pandemi Covid-19 di mana TWP90 mencapai 8,82%.
"Ketika awal pandemi Covid, angka ini mencapai 8,82%. Namun seiring berjalannya waktu, angka tersebut menurun menjadi kisaran 2,8-3,3%. Saat ini, angka TWP90 sebesar 3,36% masih dianggap cukup baik," ujar Ogi dalam Rapat Dewan Komisioner OJK pada Selasa (4/7/2023).(*)