Gigi Berlubang? Cegah dan Rawat dengan Cara Ini

Selasa 24-01-2023,17:28 WIB
Reporter : Ahmad Ramli
Editor : Devi Setiawan

Vitamin D juga dapat membantu mencegah radang gusi karena bersifat antiinflamasi. Selain itu, vitamin D juga bertanggung jawab menciptakan jaringan sementum yang berfungsi mengikat gigi ke tulang pada mulut Anda. Gen yang mengontrol penyakit gusi (periodontal) juga diatur oleh reseptor yang dikendalikan vitamin D.

Untuk mendapatkan asupan vitamin D yang cukup, Anda bisa memperolehnya melalui cahaya matahari pagi, ikan berlemak (salmon, tuna, sarden), minyak ikan, kuning telur, hati sapi, jamur, dan suplemen vitamin D.

2. Meningkatkan asupan vitamin K1 dan K2

Sebuah studi pada Journal of Endodontics menyebut bahwa vitamin K2 bisa membantu kerja osteokalsin, yakni protein khusus yang memiliki kemampuan mendistribusikan kalsium dan fosfor untuk gigi dan tulang. Hasilnya, osteokalsin mampu mempertahankan dan menyembuhkan karies gigi dengan mengembalikan mineral gigi yang hilang.

BACA JUGA:Video: RSMH akan Tambah Personil untuk Atasi Antrian Berobat

Vitamin K terbagi menjadi tiga macam, salah satunya adalah vitamin K1 dan vitamin K2 yang berperan penting dalam perawatan gigi berlubang. Vitamin K1 yang membentuk sekitar 75-90% asupan vitamin K ini bermanfaat untuk membentuk tulang dan gigi. Kekurangan vitamin K bisa membuat Anda rentan mengalami gusi berdarah.

Sumber asupan vitamin K1 dalam makanan bisa Anda peroleh melalui bayam, brokoli, daun lobak, kale, sawi hijau, dan peterseli. Sementara, vitamin K2 bisa Anda peroleh secara alami melalui produk hewani dan fermentasi, seperti daging sapi, telur, mentega, dan keju.

3. Menghindari makanan penyebab gigi berlubang

Selain kebersihan gigi yang buruk seperti jarang sikat gigi dengan pasta gigi, asupan makanan yang biasa Anda konsumsi bisa meningkatkan risiko gigi berlubang. Beberapa jenis makanan yang perlu Anda hindari sebagai berikut ini.

BACA JUGA:Video: Plaza 16 Ilir Dongkrak Kuliner Waroeng Apung

Gula dan karbohidrat. Kedua asupan nutrisi ini apabila berlebihan dapat membuat perubahan gula darah yang mengakibatkan penutupan aliran mineral pada gigi.

Asam fitat. Senyawa yang merupakan pemblokir mineral dan penghambat enzim yang dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Asam fitat dapat Anda temukan dalam biji-bijian dan kacang-kacangan.

Minyak sayur olahan. Ketika dipanaskan, radikal bebas yang diciptakan oleh panas akan menjadi sangat beracun. Minyak sayur olahan yang berbahaya jika dipanaskan ialah minyak jagung, minyak biji kapas, dan minyak kedelai.

Makanan cepat saji. Gliserin yang terkandung dalam makanan cepat saji dapat menghambat kalsium dalam memineralisasi gigi Anda.

BACA JUGA:Video: Buang Sial dengan Melepas Burung Pipit, Tradisi Imlek Warga Tionghoa

4. Minum air alkali (air minum pH basa)

Kategori :