BACA JUGA:Punya Kartu Kredit? Jangan Abaikan 3 Hal Ini!
Apple juga dikabarkan tengah menjalin kerja sama dengan sejumlah pemasok chip memori guna memastikan ketersediaan komponen yang mencukupi untuk kebutuhan produksi perangkatnya.
Biaya Pengembangan AI Ikut Membebani Pengeluaran Apple
Selain kenaikan harga chip memori, ambisi Apple dalam mengembangkan teknologi kecerdasan buatan juga menjadi faktor lain yang meningkatkan pengeluaran perusahaan.
Sejumlah fitur AI pada Siri diketahui memanfaatkan infrastruktur cloud milik Google. Penggunaan teknologi tersebut membuat Apple harus mengeluarkan biaya tambahan untuk kebutuhan server dan pemrosesan data.
Dalam konferensi laporan keuangan, CEO John Ternus mengungkapkan bahwa Apple berencana menerapkan batas penggunaan pada sejumlah fitur yang mengandalkan model AI berbasis server.
Kebijakan tersebut mencakup fitur Siri AI serta kemampuan pengeditan foto cerdas yang membutuhkan pemrosesan melalui infrastruktur komputasi eksternal.
Tidak hanya itu, Apple juga disebut sedang mempertimbangkan kenaikan harga layanan berlangganan iCloud+ untuk membantu menutupi peningkatan biaya operasional.
Meski demikian, perusahaan belum mengumumkan perubahan tarif berlangganan secara resmi.
Apple Hadapi Tekanan Menjelang Musim Belanja Akhir Tahun
Tekanan kenaikan biaya ini datang ketika Apple mulai memasuki periode belanja akhir tahun. Pada periode tersebut, permintaan terhadap iPhone, MacBook, dan berbagai perangkat Apple lainnya biasanya mengalami peningkatan.
Namun, tingginya biaya produksi berpotensi membuat musim belanja tahun ini berbeda dibandingkan periode sebelumnya. Konsumen mungkin tidak akan menemukan sebanyak biasanya penawaran menarik maupun potongan harga besar untuk produk Apple.
Apple memperkirakan margin kotor perusahaan akan berada di kisaran 45–46 persen pada kuartal Desember. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pencapaian 47,9 persen pada kuartal September, salah satunya akibat meningkatnya harga chip memori.
Walaupun menghadapi berbagai tekanan biaya, kinerja keuangan Apple sebenarnya masih menunjukkan hasil positif.
Pendapatan dari penjualan iPhone tercatat meningkat 17 persen menjadi US$57,58 miliar atau sekitar Rp921,28 triliun. Pertumbuhan tersebut didukung tingginya permintaan terhadap iPhone 18 Pro Series serta kenaikan harga jual perangkat.
Bagi konsumen, kondisi ini menjadi sinyal bahwa membeli iPhone atau MacBook dengan harga jauh lebih murah mungkin akan semakin sulit dalam waktu dekat.